Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mohammed Deif Batal Ditangkap, Hakim ICC Konfirmasi Kematian Bos Hamas

ICC batalkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Hamas Mohammed Deif, usai jaksapengadilan mengkonfirmasi kematiannya pada bulan lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mohammed Deif Batal Ditangkap, Hakim ICC Konfirmasi Kematian Bos Hamas
Khaberni/tangkap layar
PANGLIMA TERTINGGI - Tangkap layar dari Khaberni, Jumat (31/1/2025) tentang laporan kematian Panglima Tertinggi Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Muhammad Al-Deif. Israel sudah mengonfirmasi kematian Deif dalam sebuah serangan udara besar-besaran di Khan Yunis, Gaza Selatan pada Juli 2024. 

"IDF (Tentara Israel) mengumumkan bahwa pada tanggal 13 Juli 2024, jet tempur IDF menyerang di wilayah Khan Yunis, dan setelah penilaian intelijen, dapat dipastikan bahwa Mohammed Deif tewas dalam serangan itu," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sosok Komandan Militer Hamas di Gaza Mohammed Deif, Orang Paling Dicari Israel 

Mohammed Deif Jadi Buronan Israel

Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang kehidupannya, namun Deif menjadi sosok yang paling dicari oleh Israel sejak awal 1990-an setelah dia melakukan serangan terhadap tentara dan warga sipil Israel.

Pada 2015, AS kembali memasukkan Deif sebagai daftar Teroris Global yang Ditetapkan Secara Khusus.

Memasuki bulan Desember 2023, tentara Israel menyebarkan selebaran di Gaza yang menawarkan hadiah sebesar 100.000 dolar AS kepada siapa pun yang memiliki informasi tentang keberadaan Deif.

Meskipun berhasil lolos dari penangkapan, Deif mengalami luka-luka yang mengubah hidupnya akibat upaya pembunuhan yang berulang kali, yang berdampak pada mobilitas dan penglihatannya.

Kendati fisiknya terkendala, namun tetap selangkah lebih maju dari militer Israel, membuatnya dihormati oleh sesama militan Palestina.

Terlebih Deif dikenal sebagai orang di balik terowongan di bawah Gaza, yang digunakan untuk menyelundupkan senjata, bahan bakar dan barang-barang lainnya ke seluruh Mesir.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas