Menteri Ekonomi Iran Dipecat Buntut Inflasi Melonjak-Mata Uang Anjlok
Parlemen Iran memecat menteri ekonomi, Abdolnaser Hemmati pada hari Minggu (2/3/2025).
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Parlemen Iran memecat menteri ekonomi, Abdolnaser Hemmati pada hari Minggu (2/3/2025).
Keputusan ini merupakan buntut dari melonjaknya inflasi dan jatuhnya mata uang Iran.
Parlemen Iran dengan suara mayoritas pada hari Minggu memberikan suara untuk memakzulkan Menteri Ekonomi Abdolnasser Hemmati.
Pemakzulan ini disetujui dengan suara mayoritas setelah berminggu-minggu spekulasi dan perdebatan sengit.
Dari 273 anggota parlemen yang hadir, 182 memberikan suara menentang Hemmati, 89 mendukungnya.
Sementara satu abstain dan satu suara dinyatakan tidak sah.
Presiden Pezeshkian sendiri hadir dalam sidang tersebut dan menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas dalam menghadapi tantangan ekonomi Iran.
Ia menggambarkan situasi ekonomi negara tersebut lebih buruk dibandingkan perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan menyatakan bahwa Iran sedang berada dalam "perang ekonomi skala penuh dengan musuh", dikutip dari Anadolu Anjansi.
Awalnya, Pezeshkian sempat mendesak para anggota parlemen untuk mempertahankan Hemmati demi keberlangsungan kebijakan ekonomi pemerintahannya.
“Kita sedang dalam perang (ekonomi) skala penuh dengan musuh... kita harus mengambil formasi perang," katanya.
Ia mengatakan bahwa krisis ekonomi Iran tidak karena disebabkan oleh satu orang.
“Permasalahan ekonomi yang terjadi di masyarakat saat ini tidak hanya disebabkan oleh satu orang saja, dan kita tidak bisa menyalahkan semua permasalahan tersebut kepada satu orang saja," tambahnya.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Iran Rilis Video Kapal Sitaan yang Berafiliasi dengan Israel
Namun, seruan ini gagal mengubah keputusan parlemen.
Hemmati, yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur bank sentral, membela dirinya.
Ia mengatakan bahwa ini semuanya disebabkan ekspektasi inflasi.