Paus Fransiskus Tulis Surat dari Rumah Sakit, Sampaikan Pesan Perdamaian Dunia
Meski dalam kondisi sakit, pemimpin Gereja Katolik dunia itu tetap menyampaikan pesan kepada umat yang telah mendoakannya.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Paus Fransiskus masih berjuang melawan pneumonia yang dideritanya.
Meski dalam kondisi sakit, pemimpin Gereja Katolik Dunia itu tetap menyampaikan pesan kepada umat yang telah mendoakannya.
Vatikan menyampaikan surat yang ditulis oleh Paus dari rumah sakit.
Dalam surat tersebut, Paus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada umat beriman yang selalu mendukungnya dalam kondisinya saat ini.
"Saya merasakan semua kasih sayang dan kedekatan Anda, dan pada saat ini, saya merasa seolah-olah saya 'didukung' dan didukung oleh semua umat Tuhan. Terima kasih semuanya!" tulis Paus, dikutip dari Vatican News.
Tidak hanya melalui surat yang ia tulis, melalui akun X, ia juga menuliskan pesan terima kasih kepada seluruh umat yang mendoakannya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan dari hati banyak umat beriman di berbagai belahan dunia: Saya merasakan semua kasih sayang dan kedekatan Anda dan, pada saat ini, saya merasa 'didukung' dan dikuatkan oleh semua Umat Tuhan. Terima kasih kepada semua!" tulisnya.
Tak hanya itu, Paus Fransiskus juga menyerukan umatnya untuk terus berdoa demi perdamaian dunia.
Ia menyebutkan bahwa dari tempatnya saat ini, perang tampak semakin tidak masuk akal.
"Saya berdoa terutama untuk perdamaian. Dari sini, perang tampak semakin tidak masuk akal," katanya, dikutip dari The Guardian.
Ia meminta umat Katolik di seluruh dunia untuk mendoakan negara-negara yang tengah dilanda konflik, seperti Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu.
Baca juga: Paus Fransiskus Stabil Setelah Krisis Pernapasan
"Mari kita berdoa untuk Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu yang menjadi martir," tambahnya.
Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma sejak 14 Februari lalu.
Ia dirawat setelah didiagnosis menderita infeksi saluran pernapasan dan pneumonia di kedua paru-parunya.
Vatikan mengumumkan bahwa pada Minggu (2/3/2025) pagi, Paus beristirahat dengan baik sepanjang malam.