Senyum Zelensky saat Disambut Raja Inggris, 2 Hari setelah Perdebatan Sengit dengan Donald Trump
Zelensky bertolak ke Inggris setelah perdebatan sengitnya dengan Presiden AS Donald Trump.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Raja Charles III pada hari Minggu (2/3/2025), hanya dua hari setelah perdebatan sengit dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval.
Pertemuan Zelensky dan Raja Inggris itu berlangsung di Sandringham House menjelang KTT Eropa.
KTT itu diselenggarakan Inggris dalam upaya untuk meningkatkan dukungan bagi Zelensky.
Akun keluarga kerajaan di platform media sosial X mengunggah foto raja bersama Zelensky.
Zelensky tampak tersenyum sambil menjabat tangan Raja Charles.
"Malam ini, Yang Mulia Raja menerima Presiden Ukraina, @ZelenskyyUa, di Sandringham House," tulis postingan tersebut, disertai foto keduanya.
Pesan tersebut diakhiri dengan emoticon bendera Ukraina.
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu dengan Zelensky, memeluk presiden negara yang dilanda perang itu saat kedatangannya.
Starmer menjanjikan dukungan yang tak tergoyahkan untuk Ukraina, dengan mengatakan Inggris akan mendukung Ukraina selama diperlukan.
Zelensky bertolak ke Inggris setelah sebelumnya berkunjung ke Washington untuk menemui Donald Trump.
Namun pertemuan keduanya tidak berjalan mulus.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1104: Zelensky Bertemu Raja Charles III
Pada hari Jumat (28/2/2025), pertemuan antara Zelensky dan Trump, yang juga dihadiri Wakil Presiden JD Vance, awalnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan bantuan militer AS untuk Ukraina serta perjanjian keamanan jangka panjang.
Namun, suasana pertemuan dengan cepat berubah menjadi panas ketika Zelensky menolak pendekatan Trump dalam negosiasi gencatan senjata dengan Rusia, Newsweek melaporkan.
Setelah debat yang sengit, Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani kesepakatan mineral penting dengan Amerika Serikat.
Kesepakatan ini semula diharapkan menjadi syarat untuk dukungan lanjutan bagi Ukraina.
Baca tanpa iklan