Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Ayah Tawanan Israel Mengecam Benjamin Netanyahu di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata di Gaza

Ayah seorang tawanan Israel mengecam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin di tengah ketidakpastian gencatan senjata.

Editor: Muhammad Barir
zoom-in Ayah Tawanan Israel Mengecam Benjamin Netanyahu di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata di Gaza
tangkapan layar X/@sputnik_TR
DEMO RIBUAN- Ribuan warga Israel berunjuk rasa di Tel Aviv kemarin untuk menuntut dilanjutkannya gencatan senjata Gaza dan proses pertukaran sandera, Anadolu Agency melaporkan. 

Ayah Tawanan Israel Mengecam Benjamin Netanyahu di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata di Gaza

TRIBUNNEWS.COM- Ayah seorang tawanan Israel mengecam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin di tengah ketidakpastian atas nasib gencatan senjata Gaza dan perjanjian pertukaran tahanan, Anadolu melaporkan.

“Kami sedang berada di puncak negosiasi, dan kami menggunakan kekuatan yang dapat membuat kami kehilangan para sandera,” kata Alon Nimrodi, ayah dari tawanan Israel Tamir Nimrodi, kepada Radio Angkatan Darat .

"Kami pernah melakukan ini sebelumnya dan kehilangan puluhan orang," kata Nimrodi senior. 

"Sungguh menyedihkan bahwa para sandera mengandalkan warga Amerika dan pemerintah asing lainnya, bukan pemerintah Israel yang tidak setuju dengan kami dalam masalah ini. Ini sungguh membingungkan."

Tentara Israel telah meningkatkan serangannya di Gaza sejak Minggu, tak lama setelah berakhirnya fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza. 

Rezim pendudukan juga telah menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan di Gaza karena Netanyahu menolak untuk memulai negosiasi pada fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Berita Rekomendasi

Perjanjian tersebut menghentikan sementara perang genosida Israel di Gaza pada 19 Januari. 

Negara pendudukan tersebut telah menewaskan hampir 50.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan meninggalkan daerah kantong itu dalam reruntuhan.

Israel memperkirakan bahwa 59 tawanan masih ditahan di Gaza, dengan sedikitnya 20 di antaranya masih hidup. 

Mereka diharapkan akan dibebaskan pada tahap kedua gencatan senjata, yang juga mengharuskan Israel menarik pasukannya dari Gaza sepenuhnya dan mengakhiri perang secara permanen.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. 

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.

 


SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      ×

      Ads you may like.

      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas