Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Sesumbar Mampu Bertahan di Medan Perang Meski Trump Setop Bantuan Militer

Ukraina sesumbar, mengeklaim pasukannya masih mampu bertahan di medan perang melawan Rusia meskipun Trump menghentikan bantuan militer ke Kyiv

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ukraina Sesumbar Mampu Bertahan di Medan Perang Meski Trump Setop Bantuan Militer
Facebook General Staff of the Armed Forces of Ukraine
TENTARA UKRAINA - Foto ini diambil pada Rabu (12/2/2025) dari publikasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Selasa (11/2/2025), memperlihatkan sejumlah anggota militer Ukraina dari Brigade Mekanik ke-41 yang sedang menjalani latihan evakuasi tentara yang terluka. Ukraina sesumbar pasukannya masih mampu bertahan di medan perang melawan Rusia meskipun Trump menghentikan bantuan militer ke Kyiv 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Ukraina mengeklaim pasukannya masih mampu bertahan di medan perang melawan Rusia meskipun Presiden AS Donald Trump menghentikan bantuan militer ke Kyiv. 

Menurut Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, Kyiv saat ini masih memiliki sumber daya untuk mempertahankan pasukannya. 

"Militer dan pemerintah kita memiliki kemampuan, peralatan, katakanlah, untuk mempertahankan situasi di garis depan," ujarnya. 

Klaim ini dilontarkan pasca Trump menangguhkan semua bantuan militer ke Kiev, usai terlibat cekcok dengan Presiden Ukraina Volodymyr  Zelensky saat menggelar pertemuan di Gedung Putih.

Keputusan Donald Trump untuk menghentikan bantuan militer kemungkinan besar akan menyebabkan Ukraina menderita lebih banyak korban jiwa dengan laju yang lebih cepat

Meski begitu seorang pakar pertahanan di Kyiv mengatakan Ukraina memiliki "batas keamanan sekitar enam bulan" dan dapat bertahan hidup setidaknya dalam jangka pendek tanpa bantuan militer AS. 

Hal tersebut dikonfirmasi oleh pejabat senior Barat yang menilai bahwa Ukraina dapat bertahan lantaran negara ini sebelumnya telah menimbun senjata dan amunisi sejak sebelum kemenangan pemilu Donald Trump November lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka mendapatkan banyak peralatan sebelum pelantikan, peralatan tersebut akan cukup untuk membuat Ukraina tetap bertempur jauh melampaui apa yang mereka gambarkan,” kata seorang pejabat senior Barat mengutip dari The Guardian.

Bantuan AS Berperan Penting Bagi Ukraina

Berbanding terbalik dengan pakar lainnya, Pakar militer AS menilai bahwa dampak penghentian bantuan tidak akan langsung terasa, namun dalam jangka panjang dapat melemahkan pertahanan Ukraina.

Ini karena bantuan militer AS memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan militer Ukraina. 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Risalah Donald Trump Setop Bantuan Militer ke Ukraina

Sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, Ukraina telah menerima bantuan berupa peralatan canggih seperti sistem pertahanan udara (misalnya, Patriot dan HIMARS), kendaraan tempur, peluru kendali, dan pelatihan bagi pasukan mereka. 

Jika bantuan AS dihentikan, Ukraina akan kehilangan akses ke banyak teknologi militer canggih yang sangat penting dalam menghadapi agresi Rusia.

Selain itu hilangnya dukungan militer AS bakal mempengaruhi kemampuan bertempur Ukraina, menyebabkan hilangnya keunggulan pasukan dalam pertempuran.

Apabila Ukraina tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan wilayah yang masih dikuasai, ada kemungkinan Rusia akan berhasil merebut lebih banyak wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Ukraina, mempercepat kemenangan Rusia di beberapa front pertempuran.

"Bantuan militer terbaik datang dari AS. Yang paling menonjol adalah sistem pertahanan udara Patriot dan rudalnya, yang dirancang dan dibuat di AS. Begitu persediaan pencegat menipis, mereka tidak akan mungkin tergantikan, membahayakan kota-kota dan lokasi strategis di Ukraina,” kata pejabat militer AS.

Berapa Banyak Bantuan AS ke Ukraina?

Sepanjang tiga tahun terakhir, kongres AS telah menyetujui total bantuan sebesar 175 miliar dolar AS untuk Ukraina sejak invasi Rusia.

Pada bulan Desember 2024, tepat sebelum meninggalkan jabatannya, Presiden Joe Biden mengumumkan tambahan bantuan keamanan dan anggaran sebesar 5,9 miliar dolar AS

Bantuan AS untuk Ukraina mencakup dukungan militer dan anggaran. Sebagian besar bantuan itu disalurkan melalui dana perwalian Bank Dunia, dan dana lain yang telah disalurkan melalui Badan Pembangunan Internasional AS. Dana itu telah dibatasi oleh Trump.

Tidak hanya unggul secara kuantitas, bantuan AS kepada Ukraina juga unggul secara kualitas. Pada musim panas 2023, AS setuju untuk membiarkan sekutu Eropa memberikan pesawat tempur F-16 buatan AS kepada Ukraina

AS juga telah menyediakan atau setuju untuk menyediakan kepada Ukraina sejumlah besar aset pertahanan, termasuk tank tempur Abrams, rudal anti-pesawat, kapal pertahanan pantai, serta sistem pengawasan dan radar canggih.

Selain memasok kebutuhan militer , sementara sebagian uang yang dikirim AS ke Ukraina digunakan untuk membantu negara itu membayar gaji guru, dokter, dan menjaga jalannya pemerintahan, sehingga bisa fokus berperang melawan Rusia.

Alasan ini yang membuat bantuan AS sangat penting untuk kelangsungan perjuangan Ukraina.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas