Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel Dilaporkan Ingin Menyabotase Pembicaraan Rahasia Hamas dengan AS

Israel diduga berupaya menyabotase pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Hamas mengenai pembebasan sandera.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: timtribunsolo
zoom-in Israel Dilaporkan Ingin Menyabotase Pembicaraan Rahasia Hamas dengan AS
Instagram @b.netanyahu
BENJAMIN NETANYAHU - Foto ini diambil dari publikasi Instagram Netanyahu pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Israel dilaporkan ingin menyabotase pembicaraan Hamas dengan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Israel diduga berupaya menyabotase pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Hamas mengenai pembebasan sandera.

Dugaan ini diungkapkan oleh analis bernama Ronen Bergman dalam tulisannya yang dipublikasikan pada hari Jumat di Yedioth Ahronoth.

Bergman mengutip pernyataan pejabat AS yang mengungkapkan bahwa Israel berusaha mengganggu pembicaraan AS-Hamas yang berlangsung di Doha, Qatar.

Para pejabat AS melakukan perjalanan ke Doha untuk bertemu dengan Hamas tanpa memberi tahu Israel mengenai rencana tersebut.

Pembicaraan ini bertujuan untuk membahas pembebasan sandera berkewarganegaraan AS yang ditahan oleh Hamas.

Reaksi Israel

Israel menentang adanya pembicaraan langsung antara Hamas dan AS tanpa keterlibatan mereka.

Pejabat Israel merasa khawatir akan adanya perkembangan yang merugikan tentang masa depan Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang narasumber dari The Times of Israel menyatakan bahwa Israel berada di balik bocornya informasi mengenai pembicaraan tersebut.

"Netanyahu baru mengetahui tentang pembicaraan ini setelah berlangsung," ungkap narasumber tersebut.

Pembicaraan Rahasia

Baca juga: Hamas Dilaporkan Setujui Perpanjangan Gencatan Senjata 2 Bulan dengan Israel

Menurut laporan dari Axios pada 5 Maret, AS dan Hamas telah melakukan pembicaraan diam-diam untuk membebaskan warga AS di Gaza serta membahas kemungkinan perjanjian lebih besar untuk mengakhiri konflik.

Kontak langsung ini menandai tahap baru dalam hubungan antara Hamas dan Israel.

AS sejak tahun 1990-an telah menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris dan menolak pembicaraan langsung dengan Hamas.

Hamas mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan AS di Qatar, yang berfokus pada pembebasan sandera berkewarganegaraan AS, Idan Alexander.

Ketegangan antara AS dan Israel

Israel dilaporkan marah mengetahui bahwa pemerintah AS melakukan pembicaraan langsung dengan Hamas.

Tindakan ini dianggap problematik oleh sejumlah pejabat Israel.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas