Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.113: Rusia Tunggu Penjelasan AS usai Ukraina Setuju Gencatan Senjata
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.113: Ukraina setuju gencatan senjata selama 30 hari dan Rusia menunggu AS memberitahunya tentang pertemuan tersebut.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari

TRIBUNNEWS.COM - Berikut perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-1.113 pada Rabu (12/3/2025).
Pejabat Rusia mengklaim bahwa Moskow diserang oleh puluhan pesawat tanpa awak pada Selasa (11/3/2025) malam hingga Rabu dini hari.
Bandara-bandara di kota itu ditutup sementara dan empat kematian telah dilaporkan.
"Pasukan pertahanan udara sejauh ini telah menembak jatuh 69 pesawat nirawak musuh yang terbang menuju Moskow. Layanan terkait sedang bekerja di lokasi kejadian," kata Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, Selasa malam.
Gubernur Daerah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan serangan itu berlanjut hingga Rabu pagi.
"Serangan pesawat nirawak skala besar terhadap Moskow dan Oblast Moskow dimulai hari ini pukul 04:00. Hingga saat ini, ada informasi bahwa satu orang tewas dan tiga lainnya terluka di distrik Leninsky (kota Vidnoye) dan Domodedovo (desa Yam)," katanya pada Rabu pagi, seperti diberitakan Pravda.
Selain itu, serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga karyawan gudang daging, melukai 17 lainnya di wilayah lain.
Sebanyak 343 pesawat tak berawak dijatuhkan di atas Rusia, termasuk 91 di atas wilayah Moskow dan 126 di atas wilayah barat Kursk tempat pasukan Ukraina telah mundur.
Serangan juga tercatat di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Kursk, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
AS akan Lanjutkan Pengiriman Bantuan ke Ukraina
Amerika Serikat sepakat untuk melanjutkan bantuan militer dan pembagian intelijen dengan Ukraina setelah pembicaraan di mana Kyiv mengatakan akan menerima proposal AS untuk gencatan senjata 30 hari dalam perangnya dengan Rusia.
Baca juga: Zelensky: AS Harus Yakinkan Rusia agar Setujui Gencatan Senjata 30 Hari dengan Ukraina
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan AS sekarang akan menyampaikan tawaran itu ke Rusia, dan keputusan ada di tangan Moskow.
"Harapan kami adalah Rusia akan menjawab 'ya' secepat mungkin, sehingga kami dapat memasuki fase kedua ini, yaitu negosiasi sesungguhnya," kata Rubio kepada wartawan, merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
Sebelumnya perwakilan AS dan Ukraina melakukan perundingan selama lebih dari delapan jam di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (11/3/2025), dikutip dari Reuters.
Inggris-Prancis Sambut Persetujuan Ukraina untuk Gencatan Senjata 30 Hari
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyambut baik usulan gencatan senjata selama 30 hari yang telah disetujui Ukraina dan mengatakan kini giliran Rusia untuk mengakhiri pertempuran.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.