Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Kapal Induk AS Diserang Rudal Houthi Yaman, 18 Rudal Balistik dan Jelajah Dikerahkan

Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Harry S Truman diserang Houthi sebagai bentuk balasan atas 47 serangan udara di Yaman.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Kapal Induk AS Diserang Rudal Houthi Yaman, 18 Rudal Balistik dan Jelajah Dikerahkan
tangkap layar/al arabiya
SERANGAN BALASAN - Tangkap layar dari Al Arabiya, Rabu (5/3/2025) menunjukkan jet tempur Amerika Serikat (AS) lepas landas dari kapal induk mereka. Houthi mengerahkan 18 rudal balistik dan jelajah, beserta pesawat tanpa awak untuk menyerang Kapal Induk USS Harry S. Truman sebagai bentuk balasan atas serangan AS di berbagai wilayah Yaman pada Minggu (16/3/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Bersenjata Yaman merespons serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) pada Minggu (16/3/2025).

Sebanyak 47 serangan udara AS telah menghantam beberapa provinsi di Yaman dalam beberapa jam terakhir.

Dalam sebuah laporan menyebutkan, serangan udara AS telah menargetkan beberapa wilayah di provinsi Sanaa, Saada, al-Bayda, Hajjah, Dhamar, Marib, dan al-Jawf.

Dikutip Al Mayadeen, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree mengatakan, serangan udara AS telah mengakibatkan banyak korban, dengan puluhan orang tewas dan terluka.

Sebagai bentuk balasan, Houthi menyerang Kapal Induk USS Harry S. Truman dan kapal perang pendampingnya di Laut Merah.

Serangan itu melibatkan 18 rudal balistik dan jelajah, beserta pesawat tanpa awak.

Sementara itu, menurut seorang pejabat AS mengatakan, Houthi memang menembakkan pesawat nirawak dalam serangan yang menargetkan USS Harry S. Truman.

Berita Rekomendasi

Dikutip dari The Times of Israel, 10 serangan tersebut dicegat oleh jet tempur Angkatan Udara AS dan satu dicegat oleh jet tempur Angkatan Laut F/A-18.

Rudal itu jatuh ke air jauh dari kapal, dan tidak ada yang mendekati kapal induk atau kapal perang dalam kelompok penyerangnya.

Washington telah berjanji untuk terus menyerang Yaman sampai pemberontak berhenti menyerang pengiriman barang di Laut Merah, sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia akan menggunakan “kekuatan mematikan yang luar biasa”.

Pada malam antara Sabtu dan Minggu, sebuah rudal diluncurkan  dari Yaman dan mendarat di Mesir. IDF mengatakan sedang menyelidiki apakah rudal itu ditujukan ke Israel.

Baca juga: 2 Kali dalam 24 Jam, Houthi Serang Kapal Induk USS Harry Truman sebagai Balasan Serangan AS di Yaman

Angkatan Udara Israel telah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan rudal dan pesawat tak berawak Houthi terhadap negara tersebut.

Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi menyerukan warga Yaman untuk berbaris pada hari Senin dalam menentang AS.

Menanggapi eskalasi terbaru di sepanjang rute perdagangan maritim, PBB telah mendesak kedua belah pihak untuk “menghentikan semua aktivitas militer”.

Houthi yang didukung Iran telah menyerang Israel dan pengiriman Laut Merah selama perang Gaza, dengan mengklaim bertindak sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.

Sebelum penargetan kelompok kapal induk AS akhir pekan ini, Houthi belum pernah mengklaim serangan di Laut Merah dan Teluk Aden sejak 19 Januari, ketika gencatan senjata dimulai di Jalur Gaza.

Kelompok itu mengatakan pihaknya meluncurkan kembali serangannya atas penghentian bantuan kemanusiaan Israel ke Gaza, dan akan "beralih ke opsi eskalasi tambahan" jika "agresi Amerika terhadap negara kami berlanjut".

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas