Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Bekukan VOA dan Media AS Lainnya, 1.300 Staf Dirumahkan

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengejutkan banyak pihak pada hari Sabtu (16/3/2025).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Bekukan VOA dan Media AS Lainnya, 1.300 Staf Dirumahkan
Tangkapan layar YouTube White House
DONALD TRUMP - Tangkapan layar YouTube White House pada Senin (17/3/2025) yang menunjukkan Presiden Trump Menyampaikan Pidato di Departemen Kehakiman Sabtu (15/3/2025). Trump membuat keputusan untuk memberhentikan sementara ratusan jurnalis di Voice of America (VOA) . 

Dengan keputusan ini, membuat VOA tidak dapat beroperasi kembali.

"VOA membutuhkan reformasi yang matang, dan kami telah membuat kemajuan dalam hal itu. Namun, tindakan hari ini akan membuat Voice of America tidak dapat menjalankan misi pentingnya," katanya di Facebook, dikutip dari Free Malaysia Today.

Tidak terima dengan keputusan Trump, Abramowitz menjelaskan bahwa selama ini VOA memiliki peran penting terhadap banyak orang.

“Voice of America telah menjadi aset yang tak ternilai bagi AS, memainkan peran penting dalam perjuangan melawan komunisme, fasisme, dan penindasan, serta dalam perjuangan untuk kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa setiap minggu, jutaan orang telah menonton dan mendapatkan informasi dari VOA.

"Dalam 48 bahasa, liputan VOA menjangkau 360 juta orang setiap minggu," jelasnya.

Tak hanya direktur VOA, pemimpin Radio Free Europe/Radio Liberty juga mengecam keputusan Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut presiden RFE, Stephen Capus, keputusan ini justru akan menjadi 'hadiah besar' bagi musuh-musuh AS.

Kebebasan Pers Terancam

Menurut kelompok advokasi Reporters Without Borders, keputusan Trump ini justru membuat kebebasan pers terancam.

“Ini mengancam kebebasan pers di seluruh dunia dan meniadakan 80 tahun sejarah Amerika dalam mendukung arus informasi yang bebas," kata RSF.

Kecaman juga datang dari para petinggi Demokrat.

Salah satunya adalah Gregory Meeks dan Anggota Kongres Lois Frankel.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan bahwa keputusan ini justru akan membuat AS kehilangan upaya dalam melawan propaganda global.

"Pemotongan tersebut akan menyebabkan kerusakan yang bertahan lama pada upaya AS untuk melawan propaganda secara global," katanya, dikutip dari The Daily Guardian.

Para Staf Kecewa

Beberapa karyawan VOA menyatakan kekecewaan atas pengumuman yang tiba-tiba itu. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas