Zelensky Sambut Baik Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Sebut Rusia Belum Siap Berdamai
Zelensky menegaskan Ukraina membutuhkan lebih banyak rincian dari Washington sebelum memberikan keputusan akhir.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Pekan lalu, Ukraina menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata selama satu bulan yang diusulkan AS dalam pembicaraan bilateral di Arab Saudi.
Pada Selasa (18/3/2025), Zelensky juga menegaskan pasukan Ukraina akan terus bertempur di wilayah Kursk, Rusia, selama diperlukan.
Serangan Ukraina ke Kursk dilakukan sebagai balasan atas invasi Rusia yang telah menyebabkan pendudukan di sebagian besar wilayah selatan dan timur Ukraina, menurut laporan AFP.
Reaksi Jerman, Prancis, dan Inggris
Di Berlin, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyebut gencatan senjata terbatas sebagai langkah awal yang penting, tetapi menekankan perlunya penghentian perang secara menyeluruh.
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut mendukung seruan untuk gencatan senjata penuh.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, juga berbicara dengan Zelensky setelah panggilan Trump-Putin dan "menegaskan kembali dukungan Inggris yang tak tergoyahkan" untuk Ukraina, menurut pernyataan juru bicara Downing Street.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan