Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jadi Kambing Hitam, Hamas Disebut AS sebagai Penyebab Israel Serang Gaza Lagi

Penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz menyebut Israel memiliki hak untuk membela diri dan menuding Hamas sebagai penyebab perang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jadi Kambing Hitam, Hamas Disebut AS sebagai Penyebab Israel Serang Gaza Lagi
Telegram Quds News Network
KAMBING HITAM - Hamas mengatakan pada Jumat (14/3/2025) bahwa pihaknya telah menerima usulan dari para mediator untuk membebaskan tawanan Amerika-Israel terakhir yang masih hidup dan jenazah empat tawanan berkewarganegaraan ganda. Amerika Serikat (AS) menyalahkan Hamas atas serangan terbaru Israel di Gaza dengan menyebut bahwa Hamas menghalangi kesepakatan gencatan senjata. 

TRIBUNNEWS.COM - Hamas kembali disalahkan atas serangan terbaru Israel di Gaza.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Mike Waltz, menuding Hamas sebagai biang keladi atas serangan terbaru Israel di Gaza.

Menurut Mike Waltz, Israel berhak untuk membela diri setelah serangan mematikan terhadap Gaza.

"Israel memiliki hak penuh untuk membela rakyatnya dari Hamas," kata Waltz melalui media sosial X-nya, @MikeWaltz47, Jumat (21/3/2025).

"Gencatan senjata akan diperpanjang jika Hamas membebaskan semua sandera yang tersisa. Sebaliknya, mereka memilih perang," lanjut Waltz.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menyatakan Presiden AS, Donald Trump, "sepenuhnya mendukung" dimulainya kembali genosida oleh Israel di Gaza.

"Dia (Trump) sepenuhnya mendukung Israel dan IDF serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir," kata Leavitt, dikutip dari Quds News Network.

Rekomendasi Untuk Anda

"Presiden menjelaskan dengan sangat jelas kepada Hamas bahwa jika mereka tidak membebaskan semua sandera, akan ada banyak hal buruk yang harus dibayar, dan sayangnya, Hamas memilih untuk mempermainkan kehidupan di media," imbuh Leavitt.

Leavitt mengklaim situasi ini "sepenuhnya merupakan kesalahan Hamas" atas operasi mereka pada 7 Oktober 2023 di Israel.

Ia menambahkan, Trump ingin "semua sandera tersebut" dibebaskan.

Sejak Selasa pagi hingga Jumat, serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 600 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya.

Baca juga: Israel Lanjutkan Operasi Militer di Netzarim, Hamas Serukan Liga Arab Bertindak

Serangan Israel tersebut menandai gagalnya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah dimulai pada 19 Januari 2025.

Tahap pertama berakhir pada 1 Maret 2025, tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak untuk melanjutkan tahap kedua.

Balasan Brigade Al-Qassam

Sayap Militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan mereka telah menembakkan serangkaian roket ke arah Tel Aviv pada Kamis (20/3/2025) kemarin.

Serangan tersebut dilakukan Brigade Al-Qassam sebagai bentuk serangan balasan setelah Israel melancarkan kampanye pengeboman hebat di Gaza.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas