Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Reaksi Khamenei Terhadap Ancaman Trump: Iran Tidak Takut

Khamenei menolak tawaran negosiasi Trump dan bersiap memberi respons keras.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: timtribunsolo
zoom-in Reaksi Khamenei Terhadap Ancaman Trump: Iran Tidak Takut
Kantor berita resmi negara Iran, IRNA
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyapa hadirin yang datang dalam acara peringatan dakwah Nabi Muhammad SAW, dengan sekelompok pejabat Iran, perwakilan dan duta besar negara-negara Islam di Teheran, Iran pada Selasa (28/1/2025). Khamenei menolak tawaran negosiasi Trump dan bersiap memberi respons keras. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak ultimatum Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyerang Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Khamenei menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan menakut-nakuti Teheran.

Khamenei menyatakan, "Orang Amerika harus tahu bahwa ancaman tidak akan membawa mereka ke mana pun dalam menghadapi Republik Islam."

 Dia juga menegaskan bahwa Iran akan memberikan balasan yang tegas jika diserang. "Jika ada yang melakukan kejahatan terhadap rakyat Iran, mereka akan ditampar dengan keras," ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah Trump mengirim surat kepada Khamenei awal bulan ini, yang berisi tawaran negosiasi dalam waktu terbatas.

Isi Surat Trump ke Khamenei

Surat yang diungkap oleh Axios pada 19 Maret 2025 ini memberikan tenggat waktu dua bulan bagi Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.

Namun, surat tersebut tidak mencantumkan kapan tenggat waktu itu dimulai.

Berita Rekomendasi

Trump juga mengancam bahwa jika Iran menolak untuk bernegosiasi, mereka akan menghadapi risiko besar, termasuk serangan dari AS dan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Surat tersebut disampaikan melalui diplomat senior UEA, Anwar Gargash, dan Teheran telah mengonfirmasi penerimaan surat tersebut.

Meskipun demikian, Iran menyatakan tidak akan segera menanggapi isi surat tersebut.

Sementara itu, Khamenei menolak saran dari pejabat lain, termasuk Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyarankan pembicaraan tidak langsung dengan AS.

Baca juga: Isi Surat Trump ke Khamenei: Ultimatum Dua Bulan untuk Capai Kesepakatan Nuklir

Araghchi berpendapat bahwa negosiasi melalui perantara seperti Oman adalah cara yang tepat untuk menemukan titik tengah.

Namun, Khamenei menegaskan, "Kami tidak pernah menjadi pihak yang memulai konflik," dan berjanji akan memberikan respons tegas terhadap pihak-pihak yang ingin menyerang Iran.

Sejak Trump menjabat kembali sebagai Presiden AS, pemerintahannya telah berulang kali menyatakan bahwa Iran harus dicegah memperoleh senjata nuklir.

Pengawas nuklir PBB melaporkan bulan lalu bahwa Iran telah mempercepat produksi uraniumnya mendekati tingkat senjata.

Kesepakatan nuklir yang dicapai pada tahun 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, termasuk AS, mulai terguncang setelah Trump menarik diri dari perjanjian tersebut pada tahun 2018 dan menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

Wiki Terkait

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas