Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gelombang Protes di Turki Memasuki Hari Ketujuh, Lebih dari 1.400 Demonstran Ditangkap

Ribuan warga Turki melanjutkan aksi protesnya pada malam ketujuh pada hari Selasa (25/3/2025).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gelombang Protes di Turki Memasuki Hari Ketujuh, Lebih dari 1.400 Demonstran Ditangkap
Tangkapan layar YouTube New York Post
DEMO DI TURKI - Tangkapan layar YouTube New York Post pada Rabu (26/3/2025). FOto ini menunjukkan polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di Istanbul pada tanggal 23 Maret setelah wali kota dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi. 

TRIBUNNEWS.COM - Ribuan warga Turki melanjutkan aksi protesnya pada malam ketujuh pada hari Selasa (25/3/2025).

Aksi protes ini meletus mulai minggu lalu ketika Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu ditangkap.

Imamoglu ditangkap atas tuduhan korupsi.

Namun sayangnya, aksi protes ini tidak berjalan dengan baik.

Pihak berwenang membalas dengan tindakan keras yang membuat khawatir kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Sekitar 1.400 demonstran ditangkap, dikutip dari BBC.

Dari jumlah tersebut di antaranya, mahasiswa, jurnalis, fotografer hingga pengacara.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu jurnalis foto untuk kantor berita Prancis AFP yaitu Yasin Akgül juga termasuk.

Akgül ditangkap dan dituduh terlibat 'dalam demonstrasi dan pawai ilegal'.

Atas penangkapan tersebut, CEO AFP, Fabrice Fries meminta presiden Turki untuk membebaskan fotografernya.

"Penahanannya tidak dapat diterima. Itulah sebabnya saya meminta Anda untuk campur tangan secepat mungkin guna membebaskan jurnalis kami," katanya, dikutip dari Al-Arabiya.

Tidak hanya itu, tuduhan terhadap Akgül juga dibantah oleh Fries.

Baca juga: Turki Ringkus 9 Jurnalis di Rumah Mereka Terkait Demo Pemenjaraan Walkot Istanbul Ekrem Imamoglu

“Yasin Akgül tidak ikut dalam protes tersebut. Sebagai seorang jurnalis, ia meliput salah satu dari sekian banyak demonstrasi yang telah diselenggarakan di negara tersebut sejak Rabu, 19 Maret,” kata Fries.

Menurut Fries, Akgul telah mengambil banyak foto untuk kebutuhan dokumentasi berita.

“Ia telah mengambil tepat 187 foto sejak dimulainya protes, masing-masing foto menjadi saksi atas pekerjaannya sebagai jurnalis," tambahnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas