Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Situasi Myanmar Mencekam, Militer Junta Larang Wartawan Asing Liput Berita Gempa

Situasi Myanmar yang mencekam memaksa Militer Junta melarang jurnalis internasional melakukan liputan di daerah-daerah yang hancur akibat gempa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Situasi Myanmar Mencekam, Militer Junta Larang Wartawan Asing Liput Berita Gempa
Tangkapan layar YouTube Radio Free Asia
GEMPA DI MYANMAR - Tangkapan layar YouTube Radio Free Asia yang diambil pada Minggu (30/3/2025). Foto ini menunjukkan Tim penyelamat di Myanmar menyelamatkan Phyu Lay Khaing dari reruntuhan gedung apartemen yang runtuh di Mandalay pada Sabtu (29/3/2025). Situasi Myanmar yang mencekam memaksa Militer Junta melarang jurnalis internasional melakukan liputan di daerah-daerah yang hancur akibat gempa 

Pengumuman itu disampaikan pemerintah Myanmar pada Senin (31/3/2025) waktu setempat.

Bantuan Internasional Mulai Dikirim

Untuk mempercepat proses evakuasi, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah meluncurkan permohonan darurat, mengumpulkan lebih dari 100 juta dollar (setara Rp 1,6 triliun) guna membantu para korban.

Sementara itu sejumlah negara-negara seperti Rusia, India, China, Thailand, UEA, PBB, dan dilaporkan telah mengirim tim khusus untuk pencarian dan penyelamatan.

Serta memberikan bantuan kemanusiaan di tengah melonjaknya korban jiwa akibat gempa mematikan Myanmar.

menyusul yang lainnya Amerika Serikat (AS) mengatakan telah mengirim tim bantuan bencana ke Myanmar beberapa hari setelah gempa bumi besar.

Amerika Serikat mengumumkan dukungan sebesar 2 juta dolar AS  untuk organisasi bantuan di Myanmar menangani gempa yang menewaskan 2.000 orang lebih.

"Tim bantuan AS yang terdiri dari para ahli kemanusiaan yang berbasis di wilayah tersebut sedang melakukan perjalanan ke Burma (Myanmar) sekarang untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak dari orang-orang tersebut, termasuk tempat penampungan darurat, makanan, kebutuhan medis, dan akses ke air," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce kepada wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews/Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas