Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengapa AS Butuh Banyak Pesawat Pengebom Siluman B-2 untuk Serang Iran?

Pesawat B-2 berkemampuan nuklir ini dikerahkan di tengah memanasnya hubungan AS dengan Iran karena program nuklir Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengapa AS Butuh Banyak Pesawat Pengebom Siluman B-2 untuk Serang Iran?
Northrop Grumman Corporation
B-2 MILIK AS - Pesawat pengebom siluman B-2 milik AS yang digunakan untuk menghancurkan gudang senjata bawah tanah milik Houthi di Yaman. Awal Maret kemarin Presiden AS Donald Trump secara diam-diam mengirimkan sepucuk surat kepada rezim Iran untuk mengundangnya ke meja perundingan. 

Saat ini setidaknya ada enam B-2 yang dikerahkan di Diego Garcia yang berada di selatan India. Jumlah itu mencapai hampir sepertiga B-2 yang dimiliki AS.

CNN melaporkan foto-foto dari satelit memperlihatkan beberapa B-2 diparkir di Diego Garcia. Ada pula foto tempat perlindungan yang mungkin digunakan untuk menyembunyikan B-2.

Kapal tanker dan pesawat kargo juga terdapat di pangkalan udara yang berjarak 3.900 km dari pantai selatan Iran itu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Sean Parnell mengonfirmasi bahwa pihaknya memang mengirim pesawat tambahan untuk memperkuat pertahanan AS di sana.

"AS dan rekan-rekannya tetap berkomitmen terhadap keamanan regional dan siap merespons negara atau pihak nonnegara yang ingin memperbesar atau meningkatkan konflik di kawasan ini," ujar Parnell.

Sementara itu, seorang analis militer bernama Cedric Leighton berkata pengerahan B-2 yang canggih itu merupakan sinyal yang dikirim AS kepada musuh-musuhnya.

"Pengiriman B-2 ini jelas dilakukan untuk mengirimkan pesan, mungkin beberapa pesan, kepada Iran," kata Leighton.

Baca juga: Trump Ancam Serang Iran, tapi 13 Rudal & Drone Iran Bisa Lenyapkan Pangkalan AS di Timur Tengah

Rekomendasi Untuk Anda

"Salah satu pesan itu mungkin peringatan agar Iran berhenti membantu Houthi di Yaman."

"Pesan lainnya dari pemerintahan Trump yang mungkin dikirim kepada Iran ialah bahwa AS menginginkan perjanjian nuklir baru, dan jika Iran tidak memulai berunding dengan AS, konsekuensinya mungkin penghancuran program nuklir Iran."

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas