Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Israel Akui Bom RS Al-Ahli Gaza, Pasien dan Staf Dipaksa Mengungsi di Tengah Cuaca Dingin

Militer Israel mengakui telah melancarkan serangan udara terhadap RS Al-Ahli di kota Gaza pada hari Minggu (13/4/2025).

zoom-in Israel Akui Bom RS Al-Ahli Gaza, Pasien dan Staf Dipaksa Mengungsi di Tengah Cuaca Dingin
Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English
RS AL-AHLI GAZA - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Minggu (13/4/2025) yang memperlihatkan serangan terhadap Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Kota Gaza pada Minggu (13/4/2025) menghancurkan unit gawat darurat fasilitas tersebut, pintu masuk utama, dan unit penyimpanan oksigen medis untuk pasien perawatan intensif. Militer Israel mengakui telah melancarkan serangan udara terhadap RS Al-Ahli di kota Gaza pada hari Minggu (13/4/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel mengakui telah melancarkan serangan udara terhadap RS Al-Ahli di Kota Gaza pada Minggu (13/4/2025).

Israel mengklaim bahwa fasilitas medis tersebut digunakan Hamas sebagai 'pusat komando dan kontrol'.

Serangan udara terjadi pada dini hari, menghantam salah satu bangunan utama rumah sakit yang terletak di Gaza tengah.

Serangan ini menimbulkan kebakaran besar di beberapa bagian kompleks medis, secara efektif melumpuhkan operasional rumah sakit tersebut.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim target serangan adalah fasilitas Hamas yang berlokasi di dalam rumah sakit.

“IDF dan Shin Bet menyerang kompleks komando dan kontrol di Jalur Gaza utara di dalam rumah sakit Al-Ahli yang digunakan oleh organisasi Hamas,” kata militer Israel, dikutip dari The Times of Israel.

Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, serangan tersebut menghancurkan gedung bedah dan stasiun pembangkit oksigen untuk unit perawatan intensif. 

Sebelum menyerang RS Al-Ahli, Israel telah mengusir paksa pasien dan petugas medis.

“Beberapa menit sebelum serangan, tentara Israel memberikan peringatan untuk mengevakuasi pasien, orang yang terluka, dan pendamping mereka dari gedung,” ungkap pernyataan badan tersebut, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Menurut kantor berita Reuters, staf rumah sakit mulai mengevakuasi pasien dari gedung tersebut setelah seorang pria mengatakan dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas keamanan Israel, sesaat sebelum serangan.

Evakuasi paksa di tengah malam itu menyebabkan puluhan pasien dan staf rumah sakit berlarian keluar, mencari perlindungan di jalanan sekitar, meskipun cuaca sangat dingin. 

Saksi mata melaporkan pemandangan mengerikan saat orang-orang yang terluka berusaha menyelamatkan diri tanpa bantuan medis yang memadai.

Baca juga: Rumah Sakit Al-Ahli Hancur Ditembak 2 Rudal Israel, Warga Gaza Berhamburan Selamatkan Diri

Pasien yang sakit kritis ditinggalkan di jalan setelah melarikan diri dari serangan pada dini hari Minggu pagi, dikutip dari Al Jazeera.

Seorang dokter melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang meninggal akibat evakuasi yang terburu-buru.

Salah satunya adalah seorang gadis yang terluka meninggal dunia akibat evakuasi tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas