Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemlu Palestina: Kritik Netanyahu Terhadap Macron adalah Serangan Tak Beralasan

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel, Netanyahu yang mengkritik rencana Macron mengakui negara Palestina

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kemlu Palestina: Kritik Netanyahu Terhadap Macron adalah Serangan Tak Beralasan
Instagram @b.netanyahu
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Instagram Netanyahu pada Selasa (25/3/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Hamas dan bersumpah akan mengembalikan sandera dari Gaza. Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel, Netanyahu yang mengkritik rencana Macron mengakui negara Palestina 

Dalam wawancara dengan France 5, Macron mengumumkan akan segera mengakui negara Palestina.

"Kita harus bergerak menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang," kata Macron, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menyebut langkah pengakuan resmi kemungkinan akan diumumkan pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan diselenggarakan di New York pada bulan Juni.

Konferensi ini akan diketuai oleh Arab Saudi dan Prancis.

"Tujuan kami adalah untuk memimpin konferensi ini (mengenai Palestina) dengan Arab Saudi pada suatu waktu di bulan Juni, di mana kami dapat menyelesaikan gerakan pengakuan bersama oleh beberapa pihak," katanya.

Presiden Prancis ini menegaskan, langkah yang ia ambil bukan untuk kepentingan pribadi, namun demi kebenaran.

"Saya tidak melakukan ini untuk menyenangkan siapa pun. Saya akan melakukannya karena suatu saat nanti itu akan benar," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Rencana ini sebelumnya telah diungkapkan oleh Macron setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Februari 2024.

Saat itu, Macron mengatakan ada kemungkinan untuk mengakui negara Palestina.

"Mengakui negara Palestina bukanlah hal yang tabu bagi Prancis," katanya.

"Kita berutang kepada Palestina, yang aspirasinya telah diinjak-injak terlalu lama. Kita berutang kepada Israel, yang mengalami pembantaian anti-Semit terbesar di abad ini. Kita berutang kepada kawasan yang ingin lepas dari para promotor kekacauan dan penabur dendam," jelasnya pada saat itu.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan dukungan Macron adalah langkah berani dan mencerminkan komitmen terhadap keadilan dan hukum internasional. 

Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional agar tidak terintimidasi oleh tekanan politik dari Israel dan tetap mendorong solusi dua negara sebagai jalan damai yang adil dan permanen.

Saat ini, negara anggota PBB yang telah mengakui negara Palestina sebanyak 147.

Pada bulan Mei tahun lalu, Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan berturut-turut.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas