Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Longgarkan Tarif Ponsel dan Chip China, tapi Apa Benar Bebas Pungutan?

Donald Trump umumkan pengecualian tarif untuk ponsel dan chip China. Tapi benarkah produk-produk itu bebas bea? Ini penjelasan lengkapnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Trump Longgarkan Tarif Ponsel dan Chip China, tapi Apa Benar Bebas Pungutan?
Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). Donald Trump umumkan pengecualian tarif untuk ponsel dan chip China. Tapi benarkah produk-produk itu bebas bea? 

Sebagian besar perangkat elektronik menggunakan semikonduktor ini, sehingga tetap terdampak.

Selain itu, sanksi era Biden terhadap perusahaan semikonduktor China juga masih berlaku, membatasi akses mereka terhadap chip kelas atas.

Langkah Trump Selanjutnya

Trump menyatakan akan meluncurkan "Investigasi Tarif Keamanan Nasional" terhadap rantai pasokan semikonduktor.

Ia menuding China terlalu dominan dalam rantai pasokan global.

Pada 2023–2024, China mengekspor chip senilai $647 juta ke AS, menurut Observatory of Economic Complexity.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, menyatakan AS akan meninjau apakah impor semikonduktor membahayakan keamanan nasional.

"Semikonduktor adalah bagian penting dari banyak peralatan pertahanan," kata Hassett kepada CNN.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia merujuk pada Pasal 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan AS, yang memberi presiden kewenangan membatasi impor untuk alasan keamanan nasional.

Bagaimana Kondisi Perang Dagang Saat Ini?

Tarif terhadap barang elektronik dan semikonduktor hanyalah bagian dari perang dagang AS-China yang semakin memanas sejak 2 April.

China membalas dengan mengenakan tarif 125 persen terhadap barang-barang AS.

Sementara itu, ekspor China ke AS kini dikenakan tarif sebesar 145 persen, kecuali untuk produk yang dikecualikan.

Negara-negara lain telah bernegosiasi untuk menghindari tarif tinggi AS.

Namun, China tidak termasuk dalam kesepakatan yang memberikan jeda 90 hari tersebut.

Baca juga: Trump dan Xi Selisih Satu Hari Lahir, Tanda-Tanda Tak Terduga di Balik Konflik Global AS-China

Trump menyebut gejolak pasar saham sebagai konsekuensi "jangka pendek" dari pengaturan ulang perdagangan global.

Namun, para analis memperkirakan inflasi akan meningkat.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas