Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Singapura Siap Gelar Pemilu 3 Mei 2025 setelah Parlemen Dibubarkan

 Singapura akan menggelar pemilihan umum pada 3 Mei 2025, menandai ujian elektoral pertama bagi Perdana Menteri Lawrence Wong

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Singapura Siap Gelar Pemilu 3 Mei 2025 setelah Parlemen Dibubarkan
Freepik
ILUSTRASI PEMILU - Foto ini diambil dari Freepik pada Rabu (16/4/2025) yang memperlihatkan ilustrasi Pemilu. Singapura akan menggelar pemilihan umum pada 3 Mei 2025, menandai ujian elektoral pertama bagi Perdana Menteri Lawrence Wong 

TRIBUNNEWS.COM - Singapura akan menggelar pemilihan umum pada 3 Mei 2025, menandai ujian elektoral pertama bagi Perdana Menteri Lawrence Wong sejak ia resmi menggantikan Lee Hsien Loong tahun lalu. 

Pengumuman ini datang tak lama setelah Presiden Tharman Shanmugaratnam membubarkan parlemen dan mengeluarkan surat perintah pemilihan atas saran Wong, dikutip dari The Diplomat.

Departemen Pemilihan Umum telah menetapkan 23 April sebagai Hari Pencalonan.

Para kandidat akan menyerahkan berkas pencalonan mereka di sembilan pusat pencalonan yang tersebar di seluruh negeri. 

Pemilu tahun ini akan memperebutkan 97 kursi parlemen, meningkat dari 93 kursi pada pemilu sebelumnya pada tahun 2020. 

Penambahan kursi ini merupakan bagian dari penyesuaian batas wilayah elektoral yang dilakukan secara rutin.

Para kandidat akan bersaing dalam 33 daerah pemilihan, terdiri dari 15 Daerah Pemilihan Anggota Tunggal (Single Member Constituency/SMC) dan 18 Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok (Group Representation Constituency/GRC). 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam GRC, satu tim berisi empat hingga lima kandidat akan maju bersama, berbeda dengan sistem individu di SMC.

Channel News Asia melaporkan bahwa pemilu kali ini kemungkinan akan diikuti oleh kandidat dari 11 partai politik, termasuk dua aliansi oposisi.

Pemilu 2025 digelar di tengah tantangan global dan domestik yang tidak ringan bagi Singapura.

"Kita tengah menyaksikan perubahan besar di dunia. Dunia menjadi semakin tidak pasti, tidak stabil, dan tidak menentu," kata Wong dalam sebuah posting di halaman Facebook miliknya, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih tim pemimpin berikutnya yang mampu menavigasi masa depan Singapura di tengah perubahan global yang cepat.

Baca juga: Baru Turun dari Kapal, Warga Singapura Meninggal Dunia di Pelabuhan Batam Centre

"Kondisi global yang memungkinkan keberhasilan Singapura selama beberapa dekade terakhir mungkin tidak berlaku lagi. Itulah sebabnya saya menyelenggarakan pemilihan umum ini," katanya, dikutip dari Euro News.

Wong, yang juga kini menjabat sebagai sekretaris jenderal Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party/PAP), hampir dipastikan akan memimpin partainya meraih kemenangan kembali.

PAP telah memerintah tanpa henti sejak Singapura memperoleh pemerintahan sendiri dari Inggris pada 1959.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas