Intelijen Ukraina Klaim Sudah Identifikasi Kapten Kapal 'Armada Bayangan' Rusia
Armada bayangan Rusia terdiri dari kapal kargo semi-legal yang mengangkut produk Rusia ke seluruh dunia, di tengah penerapan sanksi oleh Barat.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Intelijen Ukraina Klaim Sudah Identifikasi Kapten Kapal 'Armada Bayangan' Rusia
TRIBUNNEWS.COM - Intelijen Ukraina mengklaim sudah mengidentifikasi kapten kapal tanker FACCA, kapal pengangkut minyak yang disebut-sebut merupakan bagian dari “armada bayangan” kapal tanker minyak Rusia.
Armada bayangan Rusia terdiri dari kapal kargo semi-legal yang mengangkut produk, baik minyak maupun komoditas lain, Rusia ke seluruh dunia, di tengah penerapan sanksi oleh Barat.
Baca juga: Mavka, Kelompok Perlawanan Ukraina yang Isinya Perempuan Semua: Rubel KW Bikin Rusia Kena Mental
Kapal FACCA ini tengah dikenai sanksi oleh negara-negara G7 dan Uni Eropa karena kepergok membawa minyak Rusia, belum lama ini.
Rusia berusaha mengakali sanksi dan embargo Barat dengan cara mengoperasikan 'armada bayangan' yang lazimnya menggunakan bendera negara lain saat berlayar.
Saat mengangkut minyak Rusia, Kapal FACCA ini dilaporkan tengah berbendera Panama.
"Menurut data eksklusif yang diperoleh KI dari Dinas Intelijen Asing Ukraina, kapten kapal pelanggar embargo minyak ini adalah warga negara Georgia bernama Giorgi Devadze," tulis laporan media Ukraina, KI, dikutip Kamis (17/4/2025).
"Devadze, 47, menjabat sebagai kapten kapal tanker FACCA, yang berlayar di bawah bendera Panama, dengan pengenal Organisasi Maritim Internasional (IMO) 9271951, per April," tambah laporan tersebut menurut data yang diperoleh intelijen Ukraina.
Intelijen Ukraina juga mengidentifikasi, Devadze berasal dari Khelvachauri, sebuah kota di Georgia. Ia lulus dari Akademi Maritim Negara Bagian Batumi dengan gelar di bidang navigasi dan memiliki pengalaman luas di kapal tanker Handymax dan Panamax.
Laporan KI menyebut, "Devadze mengoperasikan “armada bayangan” Rusia , yang membantu Moskow menghindari sanksi Barat dan mempertahankan pendapatan minyaknya.
Sebagai disclaimer, KI menyatakan kalau Devadze belum membalas permintaan komentar hingga berita dipublikasikan.
"Keterkaitannya dengan kapal tanker FACCA belum dapat diverifikasi secara independen," kata laporan tersebut.
Kapal-Kapal Tua
Inggris menjatuhkan sanksi ke Kapal tanker FACCA karena membawa minyak Rusia pada Desember 2024.
Adapun sanksi dari Kanada dan Uni Eropa terhadap kapal ini jatuh pada Februari 2025, dan Swiss pada bulan Maret, menurut daftar “armada bayangan” Rusia yang dikelola oleh badan intelijen Ukraina lainnya, HUR.
Ekspor minyak dan gas adalah sumber pendapatan utama Rusia untuk mendanai mesin perangnya saat melanjutkan agresinya terhadap Ukraina.