Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akankah Amerika Serikat Benar-benar Angkat Kaki dari Suriah?

Meski jumlah pasukan dikurangi, kompleksitas ancaman di wilayah itu membuat kehadiran AS kemungkinan belum akan benar-benar berakhir dalam waktu dekat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Akankah Amerika Serikat Benar-benar Angkat Kaki dari Suriah?
Telegram resmi kantor berita Negara Suriah, SANA
PRESIDEN SURIAH - Foto yang diambil pada Kamis (30/1/2025) dari publikasi SANA pada Rabu (29/1/2025) memperlihatkan Panglima Tertinggi pemerintahan baru di Suriah, Ahmed Sharaa, berbicara pada hadirin selama konferensi Deklarasi Kemenangan Revolusi Suriah di Damaskus pada Rabu. Trump kembali menegaskan sikapnya setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember lalu. 

Meski Pentagon meyakinkan bahwa konsolidasi ini tetap memungkinkan AS menekan ISIS dan merespons ancaman teroris lainnya, situasi di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas militan.

Aktivitas ISIS Naik Dua Kali Lipat

ISIS mengklaim 294 serangan di Suriah sepanjang 2024, naik drastis dari 121 serangan pada tahun sebelumnya, menurut data yang dikutip dari NYT.

Sejak awal 2025, setidaknya 44 serangan telah terjadi, menurut laporan Institut Timur Tengah di Washington.

Tekanan juga datang dari milisi pro-Iran.

Pada Januari 2024, tiga tentara AS tewas dalam serangan drone di Yordania.

Sejak 2014, AS memimpin koalisi internasional untuk melawan ISIS, mendukung pasukan lokal di Irak dan Suriah, termasuk SDF yang mayoritas Kurdi.

Kemenangan atas ISIS diumumkan pada akhir 2017 di Irak dan pada Maret 2019 di Suriah, saat benteng terakhir kelompok itu direbut.

Baca juga: Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah yang Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh Versi TIME

Rekomendasi Untuk Anda

Meski kekhalifahan ISIS runtuh, para jihadis masih aktif di pedesaan terpencil.

AS secara berkala melancarkan operasi militer untuk menggagalkan kebangkitan kelompok tersebut.

Setelah jatuhnya Assad, perhatian militer AS juga mulai beralih ke Yaman, di mana kelompok Houthi menyerang jalur pelayaran internasional sejak akhir 2023.

AS membalas dengan serangan udara terhadap target yang dianggap terkait Iran.

Irak juga Bersiap Akhiri Kehadiran AS

Di sisi lain, Irak juga berupaya mengakhiri kehadiran koalisi pimpinan AS di wilayahnya.

Washington dan Baghdad telah menyepakati bahwa misi militer AS di Irak akan berakhir pada akhir 2025, dan di wilayah Kurdistan pada September 2026.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas