Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Serangan Israel Terus Berlanjut, Hamas Menolak Tawaran Baru

Hamas menolak tawaran gencatan senjata baru dari Israel, sebut sebagai kedok politik dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: timtribunsolo
zoom-in Serangan Israel Terus Berlanjut, Hamas Menolak Tawaran Baru
khaberni/tangkap layar
SAYAP MILITER - Foto file Khaberni yang diambil, Kamis (13/3/2025) yang menunjukkan personel Brigade Al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas saat berkumpul dalam parade militer. 

TRIBUNNEWS.COM - Hamas menolak tawaran terbaru dari Israel untuk merundingkan kembali gencatan senjata di Gaza pada Jumat, 18 April 2025.

Penolakan ini terjadi setelah serangan udara Israel yang menewaskan 43 warga Palestina, termasuk 10 anggota keluarga Baraka di dekat Khan Younis.

Militer Israel melanjutkan operasi di daerah Shabura dan Tel Al-Sultan, dekat kota Rafah, serta di Gaza utara, di mana mereka telah merebut sekitar sepertiga wilayah kantong tersebut setelah mengakhiri gencatan senjata dua bulan lalu.

Tawaran baru Israel untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari mencakup syarat agar Hamas membebaskan 10 sandera Israel dan menyerahkan senjatanya.

Namun, juru bicara Hamas menilai syarat tersebut tidak realistis.

“Kami tidak akan terlibat dalam kebijakan ini,” tegas juru bicara Hamas, seperti dilansir dari Arab News.

Hamas menginginkan kesepakatan komprehensif yang melibatkan pertukaran tahanan dalam satu paket sebagai imbalan untuk penghentian perang, penarikan pendudukan dari Jalur Gaza, dan dimulainya proses rekonstruksi.

Serangan Israel Terus Berlanjut

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam serangan udara terbaru, Israel menghantam sekitar 40 target di Jalur Gaza.

Otoritas kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah melebihi 1.600 sejak Israel melanjutkan serangan udara pada Maret 2025.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan memberikan pernyataan pada Sabtu malam, 19 April 2025, namun belum ada rincian mengenai isi pernyataannya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa tujuan perang tetap untuk mencapai kemenangan melawan Hamas.

Katz juga menambahkan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona penyangga di sekitar perbatasan yang kini meluas jauh ke dalam wilayah Gaza, bahkan setelah adanya penyelesaian.

 

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas