Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Paus Fransiskus Wafat H+1 Paskah, Telah Lewati Krisis Kesehatan Serius Selama 38 Hari di RS

Kematian Paus Fransiskus terjadi tak lama setelah ia pulih dari krisis kesehatan serius yang membawanya dirawat 38 hari di RS Universitas Gemelli.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Paus Fransiskus Wafat H+1 Paskah, Telah Lewati Krisis Kesehatan Serius Selama 38 Hari di RS
Tangkapan layar YouTube NBC News
PAUS FRANSISKUS - Tangkapan layar YouTube NBC News yang diambil pada Selasa (25/2/2025) menunjukkan Paus Fransiskus. Vatikan mengatkan Paus Fransiskus masih dalam kondisi 'kritis' setelah ia mengalami krisis pernapasan asma yang parah pada Sabtu pagi, yang membutuhkan terapi oksigen aliran tinggi,. 

TRIBUNNEWS.COM - Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kardinal Kevin Farrell dalam sebuah pernyataan resmi pada pukul 15.06 waktu setempat.

"Saudara-saudari terkasih, dengan duka cita yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Farrell.

"Pada pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa."

Kematian Paus Fransiskus terjadi tak lama setelah ia pulih dari krisis kesehatan serius yang membawanya dirawat selama 38 hari di Rumah Sakit Universitas Gemelli di Roma.

Ia dilarikan ke rumah sakit pada 14 Februari 2025 karena pneumonia ganda yang mengancam jiwa, lapor Al Jazeera.

Saat pertama kali dirawat, dokter menemukan infeksi saluran pernapasan yang kompleks, termasuk bakteri, virus, dan jamur.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak lama setelah itu, ia didiagnosis mengalami pneumonia di kedua paru-paru.

Pemeriksaan darah juga menunjukkan gejala anemia, jumlah trombosit yang rendah, dan tanda-tanda awal gagal ginjal.

Dua kali transfusi darah membantunya melewati fase kritis.

Kemunduran terparah terjadi pada 28 Februari ketika Paus mengalami batuk akut dan menghirup muntahan, yang memaksanya menggunakan ventilasi mekanis noninvasif.

Baca juga: Sebelum Wafat, Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata Gaza dalam Pidato Paskah

Ia sempat mengalami dua krisis pernapasan tambahan dalam beberapa hari berikutnya.

Dokter harus menyedot lendir dalam jumlah besar dari paru-parunya secara manual.

Sejak itu, ia tidur dengan bantuan masker ventilasi setiap malam untuk memperlancar pernapasan.

Setelah lima minggu dalam kondisi lemah namun stabil, Paus Fransiskus dipulangkan dari rumah sakit pada 23 Maret 2025.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas