Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AU Israel Kecolongan, Data Serangan ke Iran Tersebar Lewat Unggahan Pilot

Seorang pilot Israel mengunggah rencana serangan terhadap Iran melalui layanan cloud sipil yang mudah diakses.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AU Israel Kecolongan, Data Serangan ke Iran Tersebar Lewat Unggahan Pilot
kredit foto: UNIT JURU BICARA IDF/Militer Israel
BERMANUVER - Jet tempur Israel Air Forces (IAF), Angkatan Udara Israel bermanuver dalam latihan gabungan Red Flag di pangkalan angkatan udara Nellis di Nevada, waktu tidak diketahui. Israel berencana meng-upgrade sistem perlindungan jet-jet F-16 mereka, memantik spekulasi kalau serangan ke Iran segera terjadi.Seorang pilot Israel mengunggah rencana serangan terhadap Iran melalui layanan cloud sipil yang mudah diakses. 

Menurutnya, ini adalah pelanggaran besar dalam militer Israel.

"Ada dua pelanggaran besar di sini: kurangnya pembatasan akses internal dan penyimpanan data rahasia dalam sistem yang terbuka. Anda tidak ingin konten ini bocor," ujarnya.

Skuadron 69, yang diduga menjadi sumber utama kebocoran, dikenal sebagai satuan elit yang pernah terlibat dalam operasi besar.

Salah satunya adalah serangan udara yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Skuadron ini juga menjadi jalur karier bagi sejumlah tokoh tinggi militer, termasuk Kepala AU Israel saat ini, Tomer Bar.

Laporan dari TheMarker juga mengungkapkan bahwa halaman Portal Klik milik Skuadron 69 dan Skuadron 166 dapat diakses publik dalam sistem tersebut. 

Skuadron lainnya menjaga aksesnya tetap tertutup. 

Rekomendasi Untuk Anda

Skuadron 166 sendiri merupakan unit UAV (drone) Elbit Hermes 900 yang bermarkas di Pangkalan Udara Palmachim.

Tak ingin malu, tentara Israel langsung menghapus dokumen tersebut.

Mereka juga dikabarkan sedang menyelidiki insiden kebocoran ini.

Penyelidikan dipimpin oleh kepala Departemen Keamanan Informasi Militer Israel bekerja sama dengan Angkatan Udara Israel.

Sementara itu, insiden ini terjadi menjelang perundingan nuklir Iran dan AS.

Perundingan putaran kedua ini akan digelar di Muscat, Oman pada Sabtu (26/4/2025).

Minggu lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kembali bahwa Israel tidak akan mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.

Netanyahu dan Trump juga sepakat untuk menyetujui semua isu secara bersama.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas