Pelonggaran Tarif Trump Bawa Angin Segar, Vendor iPhone China Langsung Buka Loker
Foxconn pemasok utama ponsel Apple membuka lowongan kerja besar-besaran di pabrik perakitan iPhone di Zhengzhou, Taiwan dengan gaji 20 yuan per jam
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Foxconn Technology Group, pemasok utama ponsel Apple membuka lowongan kerja besar-besaran di pabrik perakitan iPhone di Zhengzhou, Taiwan.
Rekrutmen ini diumumkan tepat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) melonggarkan tarif impor untuk ponsel, chipset, dan produk teknologi asal China.
Pengecualian ini memberikan angin segar bagi sejumlah perusahaan teknologi AS, seperti Apple dan Nvidia yang sangat bergantung pada manufaktur China.
Setelah sebelumnya pabrik-pabrik tersebut terdampak langsung oleh ketidakpastian ekonomi akibat perang dagang AS-China.
Tak dijelaskan berapa banyak tenaga kerja yang akan direkrut Apple kali ini.
Namun mengutip laporan Tech In Asia perekrutan ini digelar karena meningkatnya permintaan model iPhone baru dan persiapan perusahaan untuk peluncuran iPhone mendatang.
Foxconn diketahui mempekerjakan sejumlah besar pekerja musiman untuk memenuhi permintaan produksi.
Para pencari kerja dan seorang manajer perusahaan mengonfirmasi kepada South China Morning Post bahwa perekrutan dimulai kembali minggu ini, setelah sempat dihentikan secara tiba-tiba minggu lalu.
Hal tersebut turut dikonfirmasi salah satu pelamar bermarga Yin, yang berasal dari kota Zhoukou di dekat Zhengzhou.
Ia menyampaikan bahwa telah mengajukan pra-lamaran dan dijadwalkan mengikuti wawancara langsung di lokasi pabrik.
Untuk menarik minat calon pekerja, Foxconn menawarkan kompensasi yang menarik.
Dalam pengumuman terbaru yang dirilis pada Minggu malam, Foxconn menawarkan kontrak tiga bulan dengan upah sebesar 20 yuan per jam, atau sekitar Rp44.000 (dengan kurs Rp2.200 per yuan) khusus bagi pekerja sementara.
Baca juga: Saham Apple Hingga Nvidia Melonjak Tajam Usai Trump Tunda Tarif Pajak Barang Elektronik
Produksi iPhone Digenjot
Sejalan dengan adanya rekrutmen besar-besaran, Apple dilaporkan bakal menaikkan produksi iPhone dan iPad di kuartal kedua (Q2) tahun 2025.
Menurut laporan dari Phone Arena, Apple telah merevisi perkiraan produksi iPhone dari 41 juta unit menjadi 45 juta unit untuk Q2 2025.
Tak hanya itu Apple juga bakal menaikkan produksi tablet dari 11,5 juta menjadi 13 juta unit.