Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang Kunjungan Trump, AS Tawarkan Paket Senjata Canggih ke Arab Saudi

Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan paket penjualan senjata canggih kepada Arab Saudi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jelang Kunjungan Trump, AS Tawarkan Paket Senjata Canggih ke Arab Saudi
Tangkapan layar YouTube White House
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT - Tangkapan layar YouTube White House yang diambil pada Selasa (15/4/2025) memperlihatkan Donald Trump memberikan ucapan selamat Paskah pada 13 April 2025. Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan paket penjualan senjata canggih kepada Arab Saudi. 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan paket penjualan senjata canggih kepada Arab Saudi.

Menurut laporan dari kantor berita Reuters yang mengutip enam sumber yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut, paket senjata ini senilai lebih dari 100 miliar dolar AS.

Kesepakatan besar ini disebut berada dalam tahap akhir pembahasan.

Rencananya, kesepakatan ini akan diumumkan menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah bulan depan.

Di mana Trump akan mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Beberapa kontraktor pertahanan terkemuka Amerika seperti Lockheed Martin, RTX Corp, Boeing, Northrop Grumman, dan General Atomics disebut akan menyediakan sistem persenjataan canggih dalam kesepakatan ini.

Yang menjadi sorotan adalah beberapa eksekutif dari perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan akan turut serta dalam delegasi kunjungan Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber yang dikutip oleh Reuters mengatakan kontraktor tersebut dapat melihat Riyadh dipasok dengan berbagai senjata termasuk pesawat angkut C-130, rudal, dan sistem radar.

Namun, kecil kemungkinan Arab Saudi akan memperoleh akses ke jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin, dikutip dari Al Jazeera.

Lantaran hanya beberapa negara yang diberi akses tersebut.

Seperti, sekutu NATO, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Baca juga: Tingkat Persetujuan AS terhadap Trump Menurun, Jajak Pendapat, Kinerja Trump di Mata Publik AS Turun

Sebelumnya, Biden telah mencoba melakukan hal serupa kepada Arab Saudi.

Sayangnya, pakta pertahanan itu tidak berhasil atau gagal.

Pakta tersebut berisi tujuan yang lebih luas untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Tidak hanya itu, isi pakta tersebut juga mencakup meminta Riyadh untuk membatasi investasi China dan menghentikan pembelian senjata dari Beijing.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas