Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Longgarkan Sanksi Gazprom: Apa Dampaknya di Serbia?

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menghadapi kritik tajam terkait kebijakannya terhadap Rusia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Longgarkan Sanksi Gazprom: Apa Dampaknya di Serbia?
Facebook The White House
DONALD TRUMP - Foto ini diambil pada Senin (21/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani perintah ekonomi independen pada 3 April 2025. Apa alasan di balik keputusan Trump terkait sanksi Gazprom di Serbia? 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menghadapi kritik tajam terkait kebijakannya terhadap Rusia.

Keputusan terbaru untuk tidak memberlakukan sanksi tambahan terhadap anak perusahaan Gazprom yang beroperasi di Serbia menjadi sorotan utama.

Mari kita ulas lebih dalam mengenai situasi ini.

Apa yang Terjadi dengan Sanksi terhadap Gazprom di Serbia?

Menurut Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, anak perusahaan Gazprom, NIS, yang mengelola satu-satunya kilang minyak di Serbia, akan tetap beroperasi tanpa ancaman sanksi selama dua bulan ke depan.

Keputusan ini mencuat meskipun Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi pada bulan Januari, memberikan tenggat waktu 45 hari bagi Gazprom untuk melepaskan kepemilikan NIS.

Sejak saat itu, perusahaan tersebut telah mendapatkan beberapa keringanan sanksi berkaitan dengan konflik Rusia di Ukraina.

Mengapa Amerika Serikat Memberikan Keringanan Sanksi?

Langkah pemerintah Trump dianggap sebagai sinyal lunak terhadap Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Januari 2019, Trump juga mencabut sanksi terhadap tiga perusahaan yang terkait dengan oligarki Rusia, Oleg Deripaska, setelah ia mengurangi kepemilikannya di perusahaan tersebut.

Keputusan ini mendapatkan kritik dari Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik, yang menilai tindakan tersebut prematur dan berpotensi melemahkan tekanan terhadap Rusia.

Apa Hubungan Serbia dengan Rusia?

Meskipun terdapat tekanan dari negara-negara Barat, Serbia tetap menunjukkan kedekatan dengan Rusia.

Pada Oktober 2024, Presiden Vucic mengucapkan terima kasih kepada Presiden Vladimir Putin atas pasokan gas alam yang cukup untuk Serbia selama musim dingin.

Dalam percakapan telepon pertama mereka dalam dua setengah tahun, Vucic menegaskan bahwa Serbia tidak akan mengubah sikapnya untuk tidak memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Apa Dampak Kedekatan Ini Terhadap Upaya Serbia Menuju Uni Eropa?

Kedekatan Serbia dengan Rusia ini terjadi di tengah upaya negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Sikap Serbia yang enggan untuk memberlakukan sanksi terhadap Rusia dapat menjadi hambatan besar dalam proses integrasi tersebut.

Beberapa pejabat Uni Eropa memperingatkan bahwa loyalitas Serbia terhadap Moskow bisa memperlambat kemajuan keanggotaan.

Apa Arti Semua Ini untuk Geopolitik di Masa Depan?

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas