Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Letkol NATO: Tadinya Target Empuk, Helikopter Serang Rusia Menjelma Mimpi Terburuk Pasukan Ukraina

Rusia dengan cepat belajar pelajaran pahit pada tahap awal perang Ukraina mengenai kesalahan dalam penggunaan helikopter serang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Letkol NATO: Tadinya Target Empuk, Helikopter Serang Rusia Menjelma Mimpi Terburuk Pasukan Ukraina
DSA/Tangkap Layar
PALING BANYAK JATUH - Helikopter serang Kamov Ka-52 menjadi satu di antara helikopter serang Rusia yang paling banyak jatuh karena serangan Ukraina di awal-awal perang. Sekarang, negara tersebut telah berhasil mengadaptasi taktik dan kemampuan helikopter tersebut. 

Tadinya Target Empuk, Helikopter Serang Rusia Menjelma Jadi Mimpi Buruk Terburuk  Angkatan Darat Ukraina

TRIBUNNEWS.COM - Pada fase awal perang Ukraina-Rusia, helikopter serang militer Rusia dianggap sebagai "target empuk".

Namun, aset tempur Moskow tersebut kini menjadi "mimpi buruk terburuk" bagi angkatan bersenjata Ukraina, menurut seorang pejabat dari Pusat Kompetensi Kekuatan Udara Gabungan NATO (JAPCC).

Berbicara di Konferensi Helikopter Militer Internasional (IMH) 2025 di London pada bulan Februari, pakar JAPCC, Letnan Kolonel Emiliano Pellegrini dari Angkatan Darat Italia mengatakan kalau Rusia secara cepat mengambil hikmah dari pelajaran pahit pada tahap awal konflik tentang kesalahan dalam penggunaan helikopter serang mereka.

Baca juga: Putin: Saya Berharap Rusia Tak Perlu Nuklir untuk Menuntaskan Operasi Militer di Ukraina

Sekarang, Rusia telah berhasil mengadaptasi taktik dan kemampuan helikopter-helikopter serang mereka macam Kamov Ka-52 'Hokum-B', Mil Mi-28 'Havoc', dan Mil Mi-24/35 'Hind'.

Pada awal perang, Rusia mengerahkan 75 unit Ka-52, 55 unit Mi-28, dan 95 unit Mi-24/35, berdasarkan analisis JAPCC terhadap data sumber terbuka.

Letkol Pellegrini menjelaskan, perkiraan ini memperhitungkan kalau sekitar 30 persen dari total armada tidak tersedia pada satu waktu karena pemeliharaan atau faktor lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pada tahun pertama hingga Maret 2023, aset tempur Rusia tersebut mengalami tingkat kerugian yang tinggi, dengan 59 unit hancur—termasuk 42 yang ditembak jatuh dan 17 yang hancur di darat—yang mewakili hampir 30 persen armada operasional," tulis laporan situs militer DSA, mengutip data perkiraan NATO, dikutip Selasa (6/5/2025).

Pada tahun kedua, hingga Maret 2024, jumlah kehilangan aset tempur udara Rusia ini turun 52 persen menjadi 19 unit, meskipun kehilangan aset tempur darat meningkat 40 persen menjadi 28 unit.

Baca juga: Rusia Klaim Pasukan Tsentr Rebut Lysivka di Donetsk, 4 Rudal Berpemandu Ukraina Buatan AS Rontok

Data awal untuk tahun ketiga menunjukkan tren penunurun kerugian aset tempur ini terus berlanjut, sebuah perubahan yang dikaitkan Pellegrini dengan evolusi taktis dan peningkatan teknologi oleh Moskow.

"Rusia telah belajar cara menggunakan helikopternya secara lebih efektif," katanya pada konferensi tersebut, menekankan bahwa adaptasi ini merupakan faktor kunci dalam kebangkitan kembali kemampuan mereka.

Data yang disajikan oleh Pellegrini mengungkap kerugian awal perang terhadap helikopter Rusia, yaitu:

  • 49 persen jatuhnya helikopter serang Rusia pada tahun pertama perang disebabkan oleh serangan MANPADS
  • 22 persen kerugian helikopter serang Rusia akibat tembakan artileri antipesawat
  • 17 persen akibat senjata ringan
  • 12 persen akibat senjata antitank yang digunakan dalam mode tembakan langsung


Helikopter Ka-52 menyumbang 62 persen, terbanyak, dari total kehilangan aset tempur Rusia ini, diikuti oleh Mi-24/35 pada 21 persen dan Mi-28 pada 17 persen.

"Banyaknya jumlah helikopter serangan Rusia yang jatuh ini mencerminkan penggunaan taktik ketinggalan zaman dalam operasi udara," kata ulasan tersebut.

PALING BANYAK JATUH - Helikopter serang Kamov Ka-52 Rusia
PALING BANYAK JATUH - Helikopter serang Kamov Ka-52 menjadi satu di antara helikopter serang Rusia yang paling banyak jatuh karena serangan Ukraina di awal-awal perang. Sekarang, negara tersebut telah berhasil mengadaptasi taktik dan kemampuan helikopter tersebut.

Rusia Ganti Taktik yang Ketinggalan Zaman

Apa yang dimaksud dengan taktik ketinggalan zaman tersebut?

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas