Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Ogah Percaya kepada Rusia, Sebut Gencatan Senjata Sebagai Lelucon

Rusia disebut menyerang delapan permukiman Ukraina sebanyak 220 kali di dekat garis depan antara pasukan Rusia dan Ukraina selama gencatan senjata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ukraina Ogah Percaya kepada Rusia, Sebut Gencatan Senjata Sebagai Lelucon
Borys Filatov/Telegram
SERANGAN DRONE RUSIA - Dampak serangan pesawat nirawak Rusia di Kota Dnipro, Ukraina pada Rabu (16/4/2025). Serangan dilaporkan berskala besar dan menewaskan tiga orang serta melukai puluhan lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Rusia disebut menyerang delapan permukiman Ukraina sebanyak 220 kali di dekat garis depan antara pasukan Rusia dan Ukraina selama gencatan senjata berlangsung.

Dilansir dari Reuters, informasi ini disampaikan oleh Gubernur wilayah Zaporizhzhia Ukraina, Ivan Fedorov,  melalui platform Telegramnya pada Jumat (9/5/2025) pagi.

Menurut Ivan Fedorov, dalam 24 jam terakhir, desa-desa di Zaporizhzhia dihantam oleh 150 serangan drone dan 70 tembakan artileri Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, pada Kamis (8/5/2025), mengatakan bahwa Rusia telah berulang kali melanggar gencatan senjata sepihak yang mereka umumkan sendiri dari 8 sampai 11 Mei.

Melalui akun X pribadinya, Sybiha menyebut inisiatif tersebut sebagai "lelucon" yang dapat diprediksi.

“Sudah bisa ditebak, 'Gencatan Senjata Parade' Putin terbukti hanya sebuah lelucon,” tulis Sybiha.

“Pasukan Rusia terus menyerang di seluruh garis depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari tengah malam hingga tengah hari, Rusia melakukan 734 pelanggaran gencatan senjata dan 63 penyerangan, 23 di antaranya masih berlangsung,’’ lanjutnya.

Sybiha menambahkan bahwa Ukraina sedang memberitahukan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa mengenai tindakan Rusia ini.

Disisi lain, Kementerian pertahanan Rusia, seperti dikutip dari berita Interfax, mengklaim bahwa Ukraina justru melakukan 488 serangan terhadap target-target Rusia dan dua kali mencoba menembus perbatasan di wilayah Kursk.

Kendati demikian, laporan penyerangan di medan perang ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters karena belum adanya komentar resmi dari kedua belah pihak.

Staf Umum Militer Ukraina melaporkan bahwa 154 bentrokan terjadi setelah hampir 24 jam gencatan senjata diproklamasikan.

Pasukan Rusia, katanya, telah meluncurkan satu serangan rudal dan 15 serangan udara.

Gubernur wilayah Zaporizhzhia mengatakan sebuah drone Rusia telah menghantam sebuah mobil di bagian selatan wilayah tersebut sehingga menewaskan seorang penumpang.

Sementara itu di Poltava, Kepala Administrasi Militer setempat mengatakan bahwa unit pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh sebuah rudal yang dikerahkan oleh pasukan Rusia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas