Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Pusing Melihat Tingkah Israel, Berusaha Bebaskan Semua Sandera, tapi Tak Mau Akhiri Perang

Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff sudah merasa putus asa dengan tingkah Israel yang tak mau mengakhiri perang di Gaza.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Sri Juliati
zoom-in AS Pusing Melihat Tingkah Israel, Berusaha Bebaskan Semua Sandera, tapi Tak Mau Akhiri Perang
YouTube PBS NewsHour
PEMBEBASAN SANDERA HAMAS - Tangkapan layar YouTube memperlihatkan utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff memberikan update soal perang Israel dan Hamas pada 7 Maret 2025. Witkoff merasa frustasi dengan tingkah Israel yang tak mau mengakhiri perang di Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM - Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff merasa frustasi dengan tingkah Israel.

Bagaimana tidak, AS terus berusaha untuk membebaskan semua sandera yang masih ditahan Hamas, tetapi Israel tak mau mengakhiri perang di Gaza.

Rasa frustasi dan kritikan terhadap Israel itu disampaikan Witkoff saat bertemu dengan keluarga sandera, Minggu (11/5/2025) malam.

"Kami ingin membawa pulang para sandera, tetapi Israel tidak bersedia mengakhiri perang."

"Israel memperpanjangnya meskipun kami tidak melihat jalan keluar lain dan kesepakatan harus dicapai," kata Witkoff, dikutip dari The Jerusalem Post.

Meski merasa frustasi, Witkoff optimis bahwa kesepakatan damai antara Israel dengan Hamas akan segera terealisasi.

"Saat ini ada peluang yang kami harap dapat dimanfaatkan oleh Israel dan semua mediator."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami memberikan tekanan kepada semua mediator dan melakukan segala yang kami bisa untuk membawa pulang para sandera," ungkap Witkoff.

Channel 12 Israel mengutip pernyataan keluarga yang mengatakan bahwa mereka belum pernah mendengar kritik semacam ini terhadap kebijakan pemerintah Israel dari Witkoff sebelumnya.

Laporan itu juga mengutip pernyataan pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengeluarkan peringatan.

"Jika tidak ada kesepakatan pada akhir kunjungan Trump ke Timur Tengah, Israel akan melancarkan operasi darat dan akan memakan waktu beberapa minggu hingga 'titik keluar' berikutnya."

Baca juga: Perjudian India dalam Penggunaan Drone-drone Harop Israel Setelah 5 Jet Tempur Dijatuhkan Pakistan

"Begitu kami memulai operasi intensif, kami tidak akan setuju untuk menghentikannya dengan cepat. Hamas tidak akan menentukan jadwalnya," katanya, dikutip dari The Times of Israel.

Senada dengan pernyataan Witkoff, para pejabat tersebut sepakat bahwa saat ini terdapat “jendela kesempatan” dan menyatakan bahwa para mediator memiliki kewajiban untuk menjelaskan hal ini kepada Hamas.

Laporan itu mengatakan Israel terbuka terhadap berbagai usulan — termasuk apa yang disebut Israel sebagai “usulan Witkoff yang diperlunak” — tetapi jika Hamas terus menolak untuk menyetujui kesepakatan, “tidak ada alternatif” selain operasi intensif yang tidak akan segera berakhir.

Apa yang disebut Israel sebagai “usulan Witkoff” — yang menurut sumber kepada The Times of Israel pada saat itu sebenarnya lebih merupakan tawaran Israel — menyediakan pembebasan sekitar setengah dari sandera yang masih hidup dengan imbalan gencatan senjata yang diperpanjang, diikuti oleh pembebasan sandera lainnya bersamaan dengan diakhirinya perang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas