Donald Trump Sedih Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat Agresif
Joe Biden diperiksa oleh dokter minggu lalu setelah timbul gejala-gejala gangguan saluran kencing dan ditemukannya nodul prostat.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden didiagnosis menderita kanker prostat "agresif".
Joe Biden diperiksa oleh dokter minggu lalu setelah timbul gejala-gejala gangguan saluran kencing dan ditemukannya nodul prostat.
Ia didiagnosis menderita kanker prostat pada Jumat (16/5/2025).
Dokter mengatakan sel-sel kanker telah menyebar ke tulang.
"Meskipun ini merupakan bentuk penyakit yang lebih agresif, kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon, yang memungkinkan penanganan yang efektif," kata pihak juru bicara kantor Joe Biden.
“Presiden dan keluarganya sedang meninjau pilihan pengobatan dengan dokternya”, tambahnya.
Kesehatan Biden yang berusia 82 tahun menjadi perhatian utama di kalangan pemilih AS selama ia menjabat sebagai presiden dan semakin menjadi perhatian selama kampanye Pilpres 2024 lalu.
Donald Trump Sedih
Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump menggunakan Truth Social, platform media sosialnya, untuk membagikan pesannya tentang diagnosis Biden.
"Melania dan saya bersedih mendengar diagnosis medis terbaru Joe Biden," tulisnya dalam unggahan tersebut.
"Kami menyampaikan harapan terbaik dan terhangat kami kepada Jill (istri Biden) dan keluarga, dan kami mendoakan Joe agar cepat pulih dan sukses."
Kanker prostat diberi peringkat yang disebut skor Gleason yang mengukur, pada skala 1 hingga 10, bagaimana sel kanker terlihat dibandingkan dengan sel normal.
Skor Biden sebesar 9 menunjukkan kankernya termasuk yang paling agresif.
Bila kanker prostat menyebar ke bagian tubuh lain, sering kali menyebar ke tulang.
Kanker yang bermetastasis jauh lebih sulit diobati daripada kanker yang terlokalisasi karena obat-obatan sulit menjangkau semua tumor dan membasmi penyakit sepenuhnya.
Baca tanpa iklan