AS Tarik 4.500 Tentara dari Korea Selatan, Stabilitas Asia Timur Terancam
AS berencana menarik 4.500 tentara dari pangkalan militer di Korea Selatan, sebagai bagian dari peninjauan kebijakan strategis di kawasan Indo-Pasifik
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Dengan sekitar 25.400 tentara AS yang saat ini ditempatkan di sana, hingga tercatat sebagai penempatan permanen AS terbesar ketiga di luar negeri setelah Jepang dan Jerman.
Kehadiran pasukan ini selama puluhan tahun dianggap sebagai penyangga utama terhadap ancaman dari Korea Utara.
Serta bagian dari strategi militer AS untuk mengimbangi kekuatan Tiongkok dan Rusia di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut analis pertahanan, pengurangan pasukan dapat melemahkan deterrent effect terhadap provokasi militer dari Korea Utara, yang kerap melakukan uji coba rudal dan senjata nuklir.
Tanpa kehadiran langsung militer AS, Seoul akan semakin rentan terhadap tekanan militer dari Pyongyang.
Kekhawatiran serupa juga turut dirasakan Jepang dan Filipina.
Kedua negara sekutu penting AS di kawasan juga tengah memantau perkembangan ini dengan cermat.
Ini lantaran apabila Washington mengendurkan peran militernya di Semenanjung Korea, maka hal itu akan memicu kekhawatirannegara-negara lain yang selama ini mengandalkan AS sebagai penjamin stabilitas kawasan.
Tak hanya berdampak pada isu keamanan, penarikan pasukan juga berimplikasi pada hubungan ekonomi dan politik.
Mengingat selama ini basis militer AS di Korea Selatan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja dan proyek infrastruktur strategis.
(Tribunnews.com / Namira)