Trump Ancam Apple, iPhone yang Diproduksi di Luar AS akan Kena Tarif 25 Persen
Trump mengancam akan memberlakukan tarif 25% terhadap Apple untuk setiap iPhone yang dijual tetapi tidak diproduksi di Amerika Serikat.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Tarif agresif Trump pada April lalu sendiri telah menaikkan biaya konsumen dan perusahaan untuk barang impor sekitar 25 persen yang memicu penjualan besar-besaran aset AS, termasuk saham, dolar, dan obligasi.
Menanggapi kabar tersebut, Apple sendiri belum mau merespons permintaan komentar dari sejumlah pihak media termasuk Reuters.
Setelah tarif Trump terhadap China naik hingga lebih dari 100% awal April, Gedung Putih sempat mengurungkan langkahnya akibat gejolak pasar yang tercipta.
Alhasil, pada kala Itu Trump memberikan pengecualian dari tarif tinggi pada smartphone dan sejumlah elektronik lain yang sebagian besar diimpor dari China.
Keputusan Trump tersebut diambil sebagai kelonggaran bagi Apple dan perusahaan teknologi lain yang bergantung pada produk impor.
Apple sebelumnya juga telah berencana memproduksi sebagian besar iPhone yang dijual di AS di pabrik-pabrik India menjelang akhir 2026 dan mempercepat rencana tersebut untuk mengantisipasi potensi kenaikan tarif di China.
Sumber Reuters menyebut Apple menjadikan India sebagai alternatif basis manufaktur di tengah kekhawatiran rantai pasok dan kenaikan harga iPhone akibat tarif Trump terhadap China.
Apple sebelumnya menyatakan sebagian besar smartphone yang dijual di AS akan diproduksi dari India pada kuartal Juni
(Tribunnews.com/Bobby)