Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Tiongkok Bukan Jepang, Negara Ini Sedang Uji Panel Surya Masa Depan, 1000 Kali Lebih Efisien

Pencarian energi bersih telah dipengaruhi oleh teknologi baru, seperti panel surya.  Terus berkembang seiring dengan penemuan-penemuan baru,

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Bukan Tiongkok Bukan Jepang, Negara Ini Sedang Uji Panel Surya Masa Depan, 1000 Kali Lebih Efisien
Tangkapan layar/GEOSOL Gesellschaft für Solaranergie mbH di Wikimedia Commons.
Jerman merupakan salah satu negara terdepan yang menggunakan fotovoltaik secara eksklusif. Dari total pembangkitan listrik bersih negara tersebut. Inilah alasan mengapa Jerman dijuluki sebagai negara dengan pemasangan PV nomor satu di dunia. 

Kekuatan 1000 Kali, Bukan Tiongkok, Bukan Jepang, Negara Ini Sedang Menguji Panel Surya Masa Depan

TRIBUNNEWS.COM- Pencarian energi bersih telah dipengaruhi oleh teknologi baru, seperti panel surya.  Terus berkembang seiring dengan penemuan-penemuan baru, kita melihat evolusi energi angin, penemuan sumber-sumber energi terbarukan baru, dan pengembangan energi surya

Kini, penemuan terbaru menyebabkan lompatan besar dalam desain panel surya, menjadikan teknologi ini 1.000 kali lebih efisien daripada panel tradisional untuk menangkap energi surya

Kuncinya adalah penemuan teknik pelapisan kristal baru bagi para ilmuwan dari negara ini.

Generasi panel surya berikutnya diproduksi oleh negara ini

Menurut Badan Energi Internasional, tenaga surya akan menjadi sumber listrik terbesar pada tahun 2050. 

Dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan akan sumber energi bersih, para insinyur dari banyak negara telah mendedikasikan upaya mereka untuk menemukan cara meningkatkan penyerapan energi surya

Rekomendasi Untuk Anda

Sebuah penemuan yang baru-baru ini dibuat dan dipublikasikan dalam Science Advances tampaknya menjadi kunci untuk meningkatkan pembangkitan energi surya.

Generasi baru panel surya menggunakan "sandwich kristal" khusus yang terdiri dari barium titanat, strontium titanat, dan kalsium titanat. 

Bersama-sama, komponen-komponen ini ditumpuk dalam lapisan setebal 200 nanometer untuk membentuk penyerap surya baru yang terbaik. 

Berkat strukturnya, ia akan mampu menghasilkan daya 1.000 kali lebih banyak daripada panel surya tradisional, yang menggunakan struktur silikon.

Ilmuwan di Jerman bertanggung jawab atas penemuan ini yang memungkinkan panel yang lebih kecil menghasilkan listrik lebih banyak daripada silikon saat ini. 

Dengan peningkatan yang dibuat oleh teknologi baru ini, Jerman mungkin akan mencapai tingkat baru dalam penangkapan energi surya, karena lebih dekat dengan negara-negara seperti Jepang dan Cina, yang dikenal secara internasional karena gigastrukturnya yang mampu menyerap dan menghasilkan energi surya.

 

1000 Kali daya serap karena perubahan ini

Tim peneliti dari Universitas Martin Luther Halle-Wittenberg, yang dipimpin oleh Dr. Akash Bhatnagar, mulai menguji alternatif pengganti silikon pada panel surya. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas