Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Jet Dassault Rafale hingga Kapal Selam Scorpene, Alutsista yang Ditaksir Indonesia dari Prancis

jet tempur Dassault Rafale, kapal selam Scorpène, fregat ringan, dan sistem artileri CAESAR adalah Alutsista yang akan dibeli Indonesia dari Prancis

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dari Jet Dassault Rafale hingga Kapal Selam Scorpene, Alutsista yang Ditaksir Indonesia dari Prancis
BM/Tangkap Layar
MANUVER UDARA - Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis bermanuver di udara. Jet ini dilaporkan diminati Indonesia untuk memodernisasi Angkatan Udaranya. 

Macron, yang berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prabowo Subianto, menyatakan optimismenya tentang kesepakatan tersebut, dengan menyatakan kalau kesepakatan tersebut dapat menghasilkan pesanan baru untuk Rafale, Scorpène, dan fregat, sehingga memperkuat hubungan antara kedua negara.

Adapun Presiden Prabowo Subianto menyuarakan hal ini dengan menekankan peran Prancis dalam meningkatkan militer Indonesia dan mendorong produksi bersama serta transfer teknologi.

MANUVER UDARA -  Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis bermanuver di udara. Jet ini dilaporkan diminati Indonesia untuk memodernisasi Angkatan Udaranya.
MANUVER UDARA - Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis bermanuver di udara. Jet ini dilaporkan diminati Indonesia untuk memodernisasi Angkatan Udaranya. (BM/Tangkap Layar)

Seputar Jet Dassault Rafale

Inti dari kesepakatan prospektif Indonesia-Prancis ini adalah Dassault Rafale, jet tempur multiperan bermesin ganda yang dirancang untuk unggul dalam pertempuran udara-ke-udara, serangan darat, dan misi pengintaian. 

Diperkenalkan oleh Angkatan Udara Prancis pada tahun 2001, Rafale telah berevolusi menjadi pesawat generasi 4,5, yang memadukan avionik canggih dengan sistem persenjataan yang tangguh.

Radar array pindai elektronik aktif [AESA] RBE2, yang dikembangkan oleh Thales, menawarkan deteksi target jarak jauh dan pelacakan simultan terhadap berbagai ancaman, sebuah lompatan signifikan dibandingkan radar pindai mekanis pada F-16 dan Su-30 Indonesia.

Rangkaian peperangan elektronik SPECTRA Rafale memadukan penerima peringatan radar, pengacau, dan dispenser umpan, yang memberikan pertahanan tangguh terhadap ancaman rudal.

Dengan 14 titik keras, jet tersebut dapat membawa lebih dari sembilan ton persenjataan, termasuk rudal udara-ke-udara Meteor yang jaraknya di luar jangkauan visual, dengan jangkauan melebihi 120 mil, dan rudal jelajah SCALP-EG untuk serangan presisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Jangkauan operasional pesawat sejauh 2.300 mil dan daya tahan lebih dari 10 jam dengan pengisian bahan bakar di udara membuatnya sangat cocok untuk wilayah udara Indonesia yang luas, terutama untuk berpatroli di wilayah strategis seperti Laut Cina Selatan.

Kemampuan Rafale untuk melakukan berbagai misi, mulai dari mencegat pesawat musuh hingga melakukan serangan antikapal. Sistem sensor optronik [OSF]-nya meningkatkan kewaspadaan situasional dengan kemampuan pencarian dan pelacakan inframerah, yang memungkinkan deteksi target pasif.

Dibandingkan dengan F-16 Indonesia saat ini, yang mengandalkan sistem radar lama dan kurang memiliki kemampuan peperangan elektronika canggih, Rafale menawarkan kewaspadaan situasional dan kemampuan bertahan hidup yang lebih unggul di lingkungan yang diperebutkan.

Jet tempur Su-27/30, meski dilengkapi rudal jarak jauh seperti R-77, masih kurang dalam hal fusi sensor dan peperangan yang berpusat pada jaringan, yang merupakan bidang-bidang yang menjadi keunggulan Rafale. Catatan tempur jet tempur ini mencakup misi udara-ke-darat di Afghanistan, Libya, Mali, dan Suriah, di mana ia menghadapi ancaman udara-ke-udara yang minimal.

Namun, laporan terbaru yang belum diverifikasi tentang Rafale India yang ditembak jatuh oleh jet tempur J-10C Pakistan dalam pertempuran pada 7 Mei 2025 telah menimbulkan pertanyaan tentang kinerjanya di lingkungan dengan ancaman tinggi, yang mendorong Indonesia untuk meninjau kembali kesepakatan Rafale senilai $8,1 miliar.

Meskipun klaim ini masih belum dikonfirmasi, klaim ini menyoroti pentingnya pelatihan pilot dan integrasi taktis untuk memaksimalkan kemampuan jet tersebut.

Seputar Kapal Selam Kelas Scorpèn

Selain Rafale, surat pernyataan tersebut juga mencakup kapal selam kelas Scorpène, yang dirancang oleh Grup Angkatan Laut Prancis.

Kapal selam diesel-listrik ini dilengkapi dengan propulsi udara independen [AIP], yang memungkinkan operasi terendam dalam waktu lama tanpa harus muncul ke permukaan, fitur penting untuk teknologi siluman di wilayah maritim Indonesia.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas