Israel: Shin Bet dan IDF Temukan Jenazah Sejoli Sandera dari Gaza
Pasangan tersebut ditangkap milisi perlawanan Palestina dalam peristiwa 7 Oktober dari pemukiman kibbutz Nir Oz.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Israel: Shin Bet dan IDF Temukan Dua Jenazah Sandera dari Gaza
TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Pendudukan Israel (IDF), Kamis (5/6/2025) mengumumkan penemuan jenazah dua tawanan yang sempat dibawa gerakan Hamas, Gadi Haggai dan Judith Weinstein, dari Gaza.
Pasangan tersebut ditangkap milisi perlawanan Palestina dalam peristiwa 7 Oktober dari pemukiman kibbutz Nir Oz.
Baca juga: Menteri Israel: Kami Caplok Tanah Gaza Jika Hamas Tak Kembalikan Para Sandera Lalu Pergi Selamanya
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, "Selama operasi khusus yang dilakukan oleh Shin Bet (dinas keamanan dalam negeri Israel) dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jalur Gaza, jenazah dua sandera kami yang ditawan oleh organisasi Hamas dipindahkan ke Israel: Judith Weinstein Haggai dan Gadi Haggai dari Kibbutz Nir Oz."
Netanyahu menambahkan, "Judith dan Gadi dibunuh pada 7 Oktober dan diculik ke Gaza."
Ia juga mengatakan kalau Brigade Hamas menahan jenazah Weinstein dan Haggai setelah mereka terbunuh dalam peristiwa 7 Oktober, dan jenazah tersebut dipindahkan ke Gaza.
Netanyahu menyatakan bahwa kematian mereka dikonfirmasi pada Desember 2023.
Setelah dievakuasi, jenazah tersebut diidentifikasi di Pusat Kedokteran Forensik Nasional yang berkoordinasi dengan Kepolisian 'Israel'. Pihak berwenang memberi tahu keluarga dan masyarakat Nir Oz.
Baik Judith Weinstein maupun Gadi Haggai memegang kewarganegaraan Amerika, sementara Gadi juga memegang kewarganegaraan Kanada.
AS-Israel Tolak Usulan Hamas
Terkait wacana perundingan damai, gerakan Hamas diketahui sudah menanggapi usulan utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, mengenai gencatan senjata selama 60 hari dan pertukaran tahanan.
"Setelah melakukan serangkaian konsultasi nasional, dan berdasarkan tanggung jawab kami yang tinggi terhadap rakyat kami dan penderitaan mereka, Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, hari ini menyampaikan tanggapannya terhadap proposal terbaru utusan AS Steve Witkoff kepada saudara-saudara penengah," kata Hamas dalam pernyataannya pada hari Sabtu (31/5/2025).
Dalam tanggapannya, Hamas menuntut gencatan senjata permanen, penarikan militer Israel secara menyeluruh dari Jalur Gaza, dan memastikan aliran bantuan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Hamas juga akan membebaskan 10 sandera yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 18 orang yang tewas sebagai ganti tahanan Palestina di penjara Israel.
"Sebagai bagian dari perjanjian ini, 10 tahanan pendudukan yang masih hidup yang ditahan oleh kelompok perlawanan akan dibebaskan, selain penyerahan 18 jenazah, sebagai imbalan atas sejumlah tahanan Palestina yang disepakati," tambahnya, seperti diberitakan Al-Jazeera.
AS dan Israel Menolak Tanggapan Hamas
Setelah Hamas merilis tanggapannya, media Barat, BBC, melaporkan bahwa Israel dan sekutunya, AS, menolak tanggapan Hamas dan menyebutnya tidak dapat diterima.
Baca tanpa iklan