Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ucapan Maaf Sopir Bus Maut di Malaysia yang Tewaskan 15 Mahasiswa, Teriak Pasrah sebelum Tabrakan

Zulkiflie mengaku bahwa tragedi nahas yang menewaskan 15 mahasiswa UPSI tersebut terjadi karena adanya malfungsi pada rem di bus yang ia kendarai.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Ucapan Maaf Sopir Bus Maut di Malaysia yang Tewaskan 15 Mahasiswa, Teriak Pasrah sebelum Tabrakan
Tangkap layar Youtube Buletin TV3
KECELAKAAN BUS MALAYSIA - Tangkap layar tayangan Buletin TV3 Malaysia pada (9/6/2025). Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Timur-Barat (JRTB) dekat area istirahat dan pelayanan Banjaran Titiwangsa (RNR), pada pukul 01.04 Senin dini hari, Senin (9/6/2025).  

TRIBUNNEWS.COM - Sosok sopir bus maut dalam kecelakaan di Perak, Malaysia yang menewaskan 15 mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) akhirnya buka suara.

Setelah kondisinya kini stabil, Mohd Amirul Fadhil Zulkiflie selaku sopir bus maut tersebut, menyatakan permintaan maafnya kepada korban dan keluarga yang terdampak.

Dikutip dari Sinar Harian, sosok pria asal Besut, Terengganu itu mengungkapkan permintaan maafnya pada Selasa malam (10/6/2025), saat dirinya kini dibolehkan pihak Rumah Sakit Taiping, Perak untuk berkomunikasi dengan sejumlah pihak luar.

Zulkiflie mengaku, tragedi nahas yang menewaskan 15 mahasiswa UPSI tersebut, terjadi karena adanya malfungsi pada rem di bus yang ia kendarai.

"Saya dengan rendah hati memohon maaf kepada semua pelajar dan keluarga korban yang terlibat, rem bus tidak berfungsi secara tiba-tiba," demikian pernyataan pria berusia 39 tahun tersebut dengan nada sedih saat dihubungi Sinar Harian pada Selasa.

Sosok yang telah menjadi sopir bus sejak 2016 ini, juga mengaku pasrah bila dirinya diseret ke jalur hukum oleh pihak keluarga korban.

"Jika ada pihak yang ingin mengambil tindakan hukum, saya tidak punya apa-apa lagi yang bisa dikatakan." ungkap Zulkifilie.

Rekomendasi Untuk Anda

Zulkiflie mengatakan, sudah mencoba berbagai cara untuk menghindar kejadian nahas yang disebabkan oleh rem blong tersebut.

"Saya mencoba berbagai cara, namun karena udara dalam sistem rem kosong, semua sistem menjadi tidak berfungsi termasuk rem tangan, sementara gigi transmisi juga tidak dapat dipindahkan," ujar Zulkiflie yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Taiping.

Zulkiflie mengaku, kendaraan terakhir yang ia salip adalah mobil yang memiliki dashcam dan merekam video viral terkait kecelakaan tersebut.

Baca juga: 15 Mahasiswa Tewas Dalam Kecelakaan Bus di Malaysia, Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Ikut Rombongan

Setelah menyalip mobil tersebut, Zulkiflie menyebut, tak bisa mengurangi kecepatan busnya karena rem yang tak berfungsi.

"Padahal sebelumnya saya berusaha menghindari menabrak kendaraan lain. Karena musibah terjadi di kawasan berbelok, saya tidak mampu berbuat apa-apa." ungkapnya.

Mengetahui kecelakaan tak bisa dihindari, Zulkiflie sempat meminta para mahasiswa UPSI yang berada di dalam bus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Saya berteriak kepada para siswa agar bersiap dan waspada segera setelah menyadari rem bus tidak berfungsi," katanya.

Menurutnya, mahasiswa yang duduk di bangku depan mungkin mendengar arahannya, tetapi yang berada di belakang sebagian besar tertidur.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas