Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Elon Musk Minta Maaf ke Trump, Hapus Cuitan soal Pemakzulan

Elon Musk akui penyesalan atas cuitan tentang Trump, termasuk tuduhan soal Epstein dan seruan pemakzulan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Elon Musk Minta Maaf ke Trump, Hapus Cuitan soal Pemakzulan
Facebook The White House
ELON MUSK - Gambar diambil dari Facebook White House pada Minggu (1/6/2025), memperlihatkan CEO Tesla Elon Musk, yang keluar dari kepemimpinan DOGE di bawah pemerintahan Trump, mengangkat hadiah kunci emas pada hari perpisahannya di Gedung Putih pada hari Jumat (30/5/2025). Foto tersebut diunggah pada hari Sabtu (31/5/2025). Elon Musk pada Rabu (11/6/2025) menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Musk dan Trump sebelumnya memiliki hubungan dekat.

Setelah mendanai kampanye Trump sebesar 250 juta dolar AS, Musk diberi peran memimpin DOGE dan sering terlihat bersama presiden, termasuk di Mar-a-Lago dan Gedung Putih.

Namun perbedaan pendapat terkait kebijakan anggaran memicu retaknya hubungan mereka.

Musk mundur dari Gedung Putih pada akhir Mei setelah masa jabatan 130 hari, dikutip dari The Telegraph.

JD Vance mengatakan Musk membuat "kesalahan besar" dengan menyerang Trump dan berharap dia "kembali berpihak", meski mengakui itu akan sulit setelah konflik terbuka tersebut.

Sementara itu, saham Tesla sempat anjlok usai perseteruan itu, namun telah pulih dalam beberapa hari terakhir.

Ayah Elon Musk Buka Suara

Ayah Elon Musk, Errol Musk, angkat bicara soal perseteruan antara Elon Donald Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam wawancara dengan Sky News di Moskow, Errol yakin konflik itu hanya sementara dan keduanya akan berdamai.

Ia menyamakan situasi tersebut seperti pertengkaran pasangan suami istri.

Baca juga: Populer Internasional: Perubahan Sikap Elon Musk - 3 Fakta Bendera Meksiko Jadi Simbol Protes di LA

Errol mengaku terkejut namun memahami bahwa Elon adalah sosok kuat yang tak suka ditekan.

Ia menyebut tekanan mental dan fisik selama lima bulan terakhir turut memicu ledakan emosi Elon.

Konflik bermula dari unggahan Elon yang menuduh Trump terlibat dalam kasus Epstein.

Unggahan itu dihapus, namun memicu kontroversi.

Elon kemudian mengkritik kebijakan fiskal Trump dan mundur dari jabatan di lembaga DOGE yang dibentuk Trump.

Trump membalas dengan menyatakan hubungan mereka “sudah berakhir” dan mengancam akan bertindak jika Elon mendukung lawan politiknya.

Meski begitu, Errol yakin keduanya masih saling membutuhkan.

Ia juga sempat memuji Presiden Putin dan mengkritik media Barat yang dianggap menyudutkan Rusia.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas