Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putra Mahkota Arab Saudi Peringatkan Iran soal Akal Bulus Israel dengan Menyeret AS ke Perang

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memperingatkan Iran soal akal bulus yang dilancarkan Israel untuk menyeret AS dalam konflik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Putra Mahkota Arab Saudi Peringatkan Iran soal Akal Bulus Israel dengan Menyeret AS ke Perang
IRNA
IRAN DIPERINGATKAN SAUDI - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Pangeran Mohammed bin Salman memperingatkan Iran untuk berhati-hati dengan akal bulus Israel yang mencoba menyeret Amerika Serikat (AS) dalam konflik ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman memperingatkan Iran soal akal bulus yang tengah dilancarkan oleh Israel.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan Israel tengah mencoba menyeret Amerika Serikat (AS) untuk terlibat dalam konflik.

Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan, Arab Saudi meyakini bahwa Israel berusaha memperdalam konflik dengan Iran dalam upaya menyeret AS ke dalam perang.

"Hari ini, seluruh dunia Islam mendukung Anda secara serempak," kata Pangeran Mohammed bin Salman, dikutip dari IRNA.

Pezeshkian mengaku dia telah bekerja sejak pelantikannya untuk memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan tersebut tetapi Israel telah berusaha mengganggu agendanya setiap kali dia hampir mencapai tujuan itu.

Bukti kuat bahwa Israel berusaha menyeret AS untuk memerangi Iran adalah munculnya pernyataan dari pejabat Israel sendiri.

Dua pejabat Israel mengaku bahwa pihaknya telah meminta pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama 48 jam terakhir untuk bergabung dalam perang dengan Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Permintaan itu diutarakan Israel karena AS memiliki bom penghancur bunker dan pesawat pembom besar yang dibutuhkan untuk menghancurkan situs pengayaan uranium Fordow milik Iran.

Akan tetapi, Trump sejauh ini menjauhkan diri dari operasi Israel, dan berpendapat bahwa tidak sah bagi Iran untuk membalas dengan menyerang target AS.

Dikutip dari Axios, Trump mengatakan bahwa menyerang Iran secara langsung, bahkan jika keterlibatan AS hanya terbatas pada pengeboman satu lokasi, akan menarik AS langsung ke dalam perang.

Namun, jika Fordow tetap beroperasi setelah operasi berakhir, Israel akan gagal dalam tujuannya untuk "melenyapkan" program nuklir Iran.

Baca juga: Warga di Palestina Ikut Tewas seusai Serangan Rudal Iran yang Targetkan Israel

Seorang pejabat Israel mengklaim kepada Axios bahwa AS mungkin bergabung dalam operasi tersebut.

Trump, kata pejabat itu, mengisyaratkan dia akan melakukannya jika perlu dalam percakapan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tetapi pernyataan pejabat Israel tersebut langsung dibantah oleh salah seorang pejabat Gedung Putih.

Seorang pejabat AS lainnya mengonfirmasi pada hari Sabtu bahwa Israel telah mendesak pemerintahan Trump untuk bergabung dalam perang, tetapi mengatakan saat ini pemerintahan tersebut tidak mempertimbangkannya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas