Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Minta AS Tak Ikut Campur dalam Perang Israel-Iran: Itu Keputusan Berbahaya

Rusia memperingatkan AS agar tidak ikut campur dalam perang Israel-Iran. Rusia menyebut itu dapat menjadi keputusan yang berbahaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rusia Minta AS Tak Ikut Campur dalam Perang Israel-Iran: Itu Keputusan Berbahaya
Kremlin
PUTIN DAN TRUMP - Foto ini diambil pada Jumat (14/2/2025) dari website resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. Pada 19 Juni 2025, Rusia memperingatkan AS agar tidak ikut perang Israel dan Iran karena akan mendatangkan konsekuensi yang sangat berbahaya. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak melakukan intervensi militer terhadap Iran.

Peringatan ini disampaikan di tengah spekulasi bahwa AS mungkin akan memasuki perang di pihak Israel untuk membantu sekutunya tersebut melawan Iran.

"Kami ingin memperingatkan Washington, khususnya, agar tidak melakukan intervensi militer dalam situasi ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah konferensi pers di St. Petersburg, Kamis (19/6/2025).

"Ini akan menjadi langkah yang sangat berbahaya dengan konsekuensi negatif yang tidak dapat diramalkan," lanjutnya, seperti diberitakan RIA Novosti.

Terkait perang tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan telepon dengan Presiden China Xi Jinping pada hari Kamis.

Keduanya mengutuk serangan Israel terhadap Iran, menyebut cara militer bukan hal yang tepat untuk melenyapkan program nuklir Iran.

"Moskow dan Beijing yakin situasi saat ini tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Solusi ini dapat dan harus dicapai secara eksklusif melalui cara politik dan diplomatik," kata penasihat diplomatik Presiden Rusia Vladimir Putin, Yuri Ushakov, mengatakan pada konferensi pers setelah panggilan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Xi Jinping mendesak pihak-pihak yang berkonflik, khususnya Israel, untuk menghentikan serangannya sesegera mungkin guna mencegah terjadinya eskalasi perang yang lebih luas.

Sementara itu, Putin menawarkan Rusia untuk menengahi perundingan perdamaian Iran dan Israel.

Namun, tawaran tersebut tidak mendapat dukungan dari kedua pihak yang berkonflik.

Di sisi lain, sekutu Israel, Trump, tidak menolak atau menerima tawaran Rusia tersebut.

Baca juga: 2 Minggu Lagi, Trump Akan Buat Keputusan Apakah AS Ikut Perang Israel-Iran atau Negosiasi

Trump Ancam Serang Iran

Presiden AS Donald Trump tidak mengesampingkan kemungkinan negaranya memasuki perang untuk membantu sekutunya, Israel, melemahkan program nuklir Iran

AS menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, meskipun Iran berulang kali membantahnya.

Sebelumnya, Trump mengisyaratkan pada Rabu (18/6/2025) bahwa AS dapat menyerang fasilitas nuklir Iran jika Iran tidak menerima ultimatum terakhirnya.

Trump mengingatkan bahwa ia telah memberi waktu 60 hari kepada otoritas Iran untuk menyelesaikan perundingan nuklir dengan AS, tetapi mengatakan Iran melakukan kesalahan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas