Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Serang Iran, Pakar Geopolitik: Harusnya PBB Segera Lakukan Sidang Darurat

Pakar geopolitik Yon Machmudi menilai bahwa PBB harus segera melakukan sidang darurat imbas AS ikut terlibat dalam konflik peperangan Iran vs Israel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Serang Iran, Pakar Geopolitik: Harusnya PBB Segera Lakukan Sidang Darurat
Warta Kota
SERANG SITUS NUKLIR - Amerika Serikat, melalui pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/6/2025), mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan “serangan yang sangat berhasil” terhadap situs nuklir di Iran. Pakar geopolitik Yon Machmudi menilai bahwa PBB harus segera melakukan sidang darurat imbas AS ikut terlibat dalam konflik peperangan Iran vs Israel. WARTA KOTA/GHALIH 

Aksi Israel ini disertai operasi-intelijen luas yang diberi sandi Operasi Rising Lion yang membunuh sejumlah tokoh militer penting Iran. 

Iran kemudian membalasnya dengan menembakkan ratusan rudal balistik ke Israel.

DPR Minta Indonesia Dorong Resolusi Damai

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengaku prihatin atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan terbuka Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir utama milik Iran. 

Dave mengingatkan pentingnya penyelesaian damai melalui jalur diplomasi internasional guna menghindari dampak geopolitik yang lebih luas.

"Ini merupakan peningkatan konflik yang signifikan, dengan potensi dampak geopolitik berskala global," kata Dave dalam siaran persnya, Minggu.

Dave mendorong agar Indonesia tidak bersikap pasif. Dia mengusulkan agar diplomasi multilateral segera diintensifkan untuk mendorong penghentian kekerasan dan membuka ruang dialog.

"Indonesia harus memainkan peran aktif dalam mendorong resolusi damai melalui diplomasi multilateral, baik di PBB, OKI, maupun ASEAN," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dave menekankan, komitmen Indonesia terhadap prinsip perdamaian dunia harus menjadi dasar dalam merespons konflik ini. Dia juga menolak segala bentuk agresi militer yang berpotensi menggoyahkan stabilitas kawasan.

"Prinsip utama kita adalah menegakkan perdamaian dunia dan menolak segala bentuk agresi militer yang mengancam stabilitas kawasan," tegasnya.

Dave juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik. 

Ia mendorong pemerintah untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Seluruh pihak harus didorong untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Perlindungan terhadap WNI di wilayah konflik juga harus menjadi prioritas Pemerintah, termasuk kesiapan evakuasi dalam skenario darurat," paparnya.

Dave menambahkan bahwa langkah strategis pemerintah, termasuk pernyataan resmi mengenai penghentian kekerasan serta kerja sama dengan negara-negara nonblok, sangat dibutuhkan untuk menekan eskalasi lebih lanjut.

"Saya percaya pemerintah saat ini memantau situasi dengan cermat dan akan mengambil langkah strategis, termasuk pernyataan resmi penghentian kekerasan serta penguatan koordinasi dengan negara-negara nonblok untuk menekan eskalasi lebih lanjut," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menyerukan agar Indonesia tetap tampil sebagai kekuatan penyeimbang dalam percaturan dunia yang kian kompleks.

"Dunia tidak memerlukan konflik baru, apalagi perang global. Indonesia harus tampil sebagai kekuatan moral dan penyeimbang dalam dinamika internasional yang semakin kompleks," imbuh Dave.

(Tribunnews.com/Deni/Fersianus/Choirul)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas