Harga Minyak Dunia Diprediksi Melonjak, Bisa Tembus Rp 2,1 Juta per Barel Imbas AS Ikut Serang Iran
Harga minyak dunia melonjak tajam usai AS menggempur 3 fasilitas nuklir utama Iran, harganya diproyeksi tembus hingga 130 dolar AS atau Rp 2,1 juta
Tayang:
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
Freepik
KILANG MINYAK - Foto ilustrasi kilang minyak. Harga minyak mentah diperdagangan pasar global naik tajam usai AS menggempur 3 fasilitas nuklir utama Iran, harganya diproyeksi tembus hingga 130 dolar AS atau Rp 2,1 juta per barel.
Selain itu lonjakan harga energi akan menimbulkan inflasi tinggi, mengganggu stabilitas ekonomi global, dan memicu gejolak pasar keuangan.
Bursa saham dunia diprediksi mengalami tekanan besar, sementara nilai tukar negara berkembang bisa melemah akibat sentimen negatif investor.
Perusahaan pelayaran internasional kemungkinan akan mengalihkan rute atau menunda pengiriman, memperparah gangguan pada rantai pasokan global.
“Selat Hormuz adalah leher botol sistem energi global. Jika ditutup, efeknya akan langsung terasa di pom bensin dari Jakarta hingga London,” ujar James Martens, analis energi dari Global Risk Insights.
(Tribunnews.com / Namira)
Berita Populer