Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inilah Kalkulasi Setelah Amerika Membom Iran

Trump umumkan AS bom 3 situs nuklir Iran. Dunia siaga! Pengamat: Iran bisa blokade Hormuz dan picu krisis energi global tak terhindarkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Inilah Kalkulasi Setelah Amerika Membom Iran
Maxar Technologies/Reuters via Sky News
FASILITAS PENGAYAAN URANIUM FORDOW - Citra satelit menunjukkan fasilitas nuklir Fordow di Iran yang dibom oleh militer Amerika Serikat, Sabtu malam, 21 Juni 2025. Fasilitas ini berada 80-90 meter di bawah tanah yang dibangun Iran di 2006 dan resmi beroperasi di 2009. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan lewat akun media Truth Social, pemboman atas tiga instalasi nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Pengeboman yang diklaim melumpuhkan ketiga fasilitas nuklir itu dilakukan pesawat pembom strategis B-2 Spirit Pentagon. 

Trump memastikan semua armada udara yang terlibat telah keluar selamat dari wilayah Republik Islam Iran.

Baca juga: Pengamat Timur Tengah: Lonceng Perang Berbunyi Pasca Serangan AS ke Situs Nuklir Iran

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menyatakan ia tidak ingin melanjutkan serangan setelah militernya menghancurkan Fordow, Natanz dan Isfahan. 

Pemboman Fordow menggunakan enam bom penghancur bunker dan rudal jelajah Tomahawk ke Natanz dan Isfahan. 

Pengumuman Trump ini disambut gembira elite Israel. Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut Fordow telah lenyap. 

Bombardemen atas tiga instalasi nuklir Iran itu menandai terlibatnya Amerika dalam perang Israel melawan Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Seiring pengumuman Trump, semua pangkalan militer dan instalasi diplomatik Amerika di Timur Tengah dalam siaga tertinggi.

Ketiga fasilitas nuklir Iran itu sebelumnya menjadi target utama serangan Israel sejak 13 Juni 2025. 

Sebagian menderita kerusakan berat, tetapi lokasi Fordow ada jauh di dalam tanah dan perut gunung, yang tidak bisa dijangkau bom-bom Israel.

Secara teknis, lokasi di kedalaman lebih dari 30 meter hanya bisa dijangkau bom penghancur bunker GBU-57 yang hanya dimiliki Amerika Serikat.

Karena itu Israel sejak dini meminta Trump ikut membantu mereka melumpuhkan fasilitas nuklir Iran yang mereka percaya jadi pusat produksi bom atom Teheran. Keputusan itu akhirnya diambil Trump Minggu 22 Juni 2025 waktu Indonesia Barat. 

Ia membawa Amerika terjun dalam perang melawan Iran. 

Sejauh ini, sumber Iran mengecilkan dampak serangan Amerika, dan mengatakan bom penghancur bunker hanya merusak dua pintu terowongan Fordow. 

Lalu apa kalkulasi Amerika atas ofensif ini? Apa pula konsekuensi dan kemungkinan-kemungkinan berikutya yang akan terjadi? 

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas