Spesifikasi Lengkap Rudal Tomahawk, Dirancang untuk Gempur Target dengan Akurasi Tinggi
Dalam konteks serangan AS ke Iran 2025, Tomahawk kemungkinan hanya digunakan untuk menghantam target permukaan di Natanz dan Isfahan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Sistem pemandu: GPS, TERCOM (terrain contour matching), DSMAC (digital scene-matching), INS
Presisi: CEP < 5>
Platform peluncur: Kapal perusak, kapal selam, peluncur vertikal (VLS)
4. Kemampuan Serang
Presisi tinggi: Tomahawk dirancang untuk menghantam target dengan akurasi tinggi, bahkan setelah melewati jalur kompleks.
Low altitude & stealth: Terbang rendah (nap-of-the-earth) untuk menghindari radar dan pertahanan udara musuh.
Flexibilitas misi:
- Dapat diarahkan ulang selama penerbangan (Block IV ke atas)
- Dapat mengelak dari titik pertahanan dan memilih jalur aman menuju target
5. Hulu Ledak
Unitary warhead: Dirancang untuk target permukaan seperti pusat komando, sistem radar, bandara, hanggar pesawat.
Tidak cocok untuk bunker sangat dalam seperti Fordow — lebih efektif terhadap struktur permukaan atau semi-terlindungi.
6. Platform Peluncuran
Kapal perang:
- Destroyer kelas Arleigh Burke (US Navy)
- Cruiser kelas Ticonderoga
Kapal selam:
- SSN kelas Virginia, Ohio (SSGN), dan lainnya
- Setiap peluncur vertikal VLS Mk 41 bisa menyimpan beberapa Tomahawk.
7. Penggunaan dalam Konflik
Telah digunakan secara luas sejak 1991:
- Perang Teluk
- Kosovo (1999)
- Perang Irak (2003)
- Suriah (2017) — serangan ke Pangkalan Shayrat
- Iran (2025) — dalam serangan AS ke Natanz dan Isfahan, sebagai pelengkap bom penghancur bunker.
Baca juga: Spesifikasi C-5M Super Galaxy, Pesawat Militer Terbesar di Dunia, Dikerahkan AS ke Perbatasan Iran
8. Keterbatasan Strategis
Bukan bunker buster: Tidak efektif terhadap target bawah tanah ekstrem seperti Fordow.
Tidak dapat menembus beton bertulang lebih dari beberapa meter.
Dipakai untuk melumpuhkan target pendukung, seperti:
Stasiun listrik, radar pertahanan udara, pintu masuk bunker, dan pusat komunikasi.
(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan