Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Doktrin Ganti Rezim dan Kegagalan Israel-Amerika

Jika tujuan akhir Israel adalah untuk memicu keruntuhan rezim, Israel mungkin telah meremehkan ketahanan historis sistem politik Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Doktrin Ganti Rezim dan Kegagalan Israel-Amerika
https://english.khamenei.ir/
PEMIMPIN AGUNG IRAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei. Jika tujuan akhir Israel adalah untuk memicu keruntuhan rezim, Israel mungkin telah meremehkan ketahanan historis sistem politik Iran. 

Jika tujuan akhir Israel adalah untuk memicu keruntuhan rezim, Israel mungkin telah meremehkan ketahanan historis sistem politik Iran dan kekuatan pemersatu trauma nasional. 

Saat bom jatuh dan jenderal tewas, tatanan sosial Iran tampaknya tidak terurai. Sebaliknya, mungkin justru sedang menyatukan kembali dirinya sendiri.

Kemartiran mereka adalah pelecut semangat bagi rakyat Iran, yang meyakini kematian di jalan perjuangan adalah mulia.

Ini adalah narasi penting dalam historis kultural dan psikologi politik Iran. Kematian bagi mereka harus diglorifikasi sebagai kemartiran atau pengorbanan dan sekaligus kekuatan. 

Berbeda dengan Israel, yang harus menutupi segala kerusakan dan kematian akibat serangan Iran, karena itu berarti kelemahan. 

Klaim Israel yang menghancurkan 120 peluncur rudal dan 200 unit sistem penangkis serangan uara Iran, harus menghadapi realitas sebaliknya. 

Penembakan rudal secara masif oleh Iran setelah gempuran besar Israel, memperlihatkan klaim Tel Aviv itu hanya ilusi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan terjangan rudal-rudal hipersonik Iran gagal dilumpuhkan system Kubah Besi atau Iron Dome, sistem rudal Arrow, maupun THAAD milik Amerika Serikat.

Rudal Iran semakin menyerang benar-benar dengan sedikit intersepsi. Mitos pertahanan Israel yang mahakuasa mulai terbongkar.

Bahkan Iran dianggap menggunakan taktik menguras rudal pencegat Israel, dengan stok berbagai jenis rudal pamungkas yang mereka miliki yang belum ditembakkan. 

Efek serangan Iran ke Israel telah membuat guncangan besar bagi penduduk negara itu. Mereka ketakutan.

Kehancuran fisik yang ditimbulkan menyajikan pemandangan yang selama ini hanya bisa disaksikan terjadi di Jalur Gaza atau Dahiiyeh di Beirut.

Perang psikologis, yang dilancarkan Iran bersamaan operasi pembalasan mereka, mendapatkan momentum. Iran memenangi pertempuran di sektor ini.

Apa yang terjadi sesudah Amerika Serikat membom Fordow, Natanz dan Isfahan, tampaknya memberi dampak menarik saat muncul tanda-tanda deeskalasi konflik.

Meski begitu, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan, balasan lanjutan yang semakin menyakitkan tetap akan diarahkan ke Israel.

Israel tampaknya sudah merasa cukup, dengan penghancuran Fordow, Natanz dan Isfahan oleh Amerika.

Mereka menerima kenyataan, melenyapkan kapabilitas nuklir Iran masih mustahil. Tapi mencegat, meredam, memperlambat kemampuan Iran, jadi pilihan realistis. (Setya Krisna Sumarga)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas