Konflik Iran–Israel, Indonesia Harus Pimpin Jalan Menuju Perdamaian
Henry Indraguna: Indonesia harus ambil peran dalam konflik Iran–Israel dan pimpin dunia Islam menuju gencatan senjata dan perdamaian.
Editor:
Glery Lazuardi
“Bukan hanya karena tanggung jawab diplomatik, tapi ini juga bagian dari menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik—di mana Indonesia punya kepentingan vital,” ungkap Henry, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum BAPERA dan Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI).
Ia menekankan pentingnya respons cepat dan kebijakan adaptif yang berorientasi pada kepentingan nasional, bukan sekadar mengikuti tekanan geopolitik global.
“Indonesia harus berdiri tegak dengan nilai Pancasila dan prinsip kemanusiaan,” tambahnya.
Baca juga: Jam-Jam Kritis setelah Pengumuman Trump: Iran Luncurkan Salvo Rudal, Sirine Terus Berbunyi di Israel
Jangkar Perdamaian Dunia dan Pusat Edukasi Damai
Lebih jauh, Henry menyarankan agar Indonesia juga mengambil peran dalam edukasi publik untuk melawan narasi radikal dan informasi menyesatkan terkait konflik.
Ia mendorong sinergi antara pemerintah, partai politik, gerakan pemuda, dan masyarakat sipil untuk menyuarakan perdamaian.
“Konflik Iran–Israel bukan sekadar isu kawasan, tapi krisis global. Indonesia harus menjadi jangkar perdamaian dunia—pemimpin moral yang menyatukan suara umat Islam dan dunia internasional,” katanya.
Baginya, kepemimpinan Indonesia dalam krisis ini harus ditunjukkan dengan komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan kepentingan nasional jangka panjang. “Indonesia bukan hanya penonton. Kita harus menjadi garda depan perdamaian global,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Henry Indraguna: Dampak Global Konflik Israel-Iran bagi Indonesia Sangat Luas