Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Ogah Bahas Peran PBB dalam Konflik Iran-Israel, Singgung Hak Veto Amerika Serikat

Pengamat menyebut mau berapa kalipun PBB menggelar sidang darurat, jika Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya, maka semua tidak ada artinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
zoom-in Pengamat Ogah Bahas Peran PBB dalam Konflik Iran-Israel, Singgung Hak Veto Amerika Serikat
Tangkapan Layar YouTube Tribunnews
KONFLIK IRAN VS ISRAEL - Foto Pengamat Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana dari tangkapan layar YouTube Tribunnews. Pengamat menyebut mau berapa kalipun PBB menggelar sidang darurat, jika Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya, maka semua tidak ada artinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, enggan mambahas peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangs-bangsa (PBB) dalam menangani konflik Iran vs Israel.

Alasannya, kata Hikmahanto, mau berapa kalipun PBB menggelar sidang darurat, jika Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya, maka semua itu tidak ada artinya.

Adapun, hak veto adalah hak untuk menolak atau membatalkan resolusi substantif yang diajukan oleh Dewan Keamanan, tanpa memandang apakah resolusi tersebut didukung oleh mayoritas anggota. 

Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu negara yang diberikan hak veto oleh PBB, sedangkan negara lainnya adalah China, Prancis, Rusia, dan Inggris. 

Kelima negara itu adalah anggota permanen Dewan Keamanan PBB.

"Sudahlah, nggak usah bicara soal PBB, nggak ada artinya. Kenapa saya bilang kayak begitu? Karena mau sidang darurat berapa kali pun di dewan keamanan, nanti apapun draft resolusi yang mau disepakati, itu kalau diveto sama Amerika Serikat, selesai," ungkap Hikmahanto dalam wawancara eksklusif Program Overview Tribunnews, Rabu (25/6/2025).

"Jadi kalau misalnya resolusi itu tidak berpihak pada Amerika Serikat ataupun Israel, maka tidak akan menjadi resolusi," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Begitu pun jika resolusi itu tidak sesuai dengan Iran, maka Rusia atau China juga bisa menggunakan hak veto mereka.

"Demikian juga kalau misal tidak sesuai dengan, mungkin ya, keberpihakan kepada Iran ya Rusia atau China juga akan bisa memveto," kata Hikmahanto.

Oleh karena itu, menurut Hikmahanto, tidak ada manfaatnya membuat resolusi tersebut, apabila keadaannya sudah seperti ini.

"Jadi nggak ada manfaatnya sebenarnya kalau sudah ada dalam situasi begini, kecuali PBB itu punya manfaat kalau misalnya negara-negara, bukan yang besar lah ya, negara-negara kecil yang menjadi pecundangnya gitu, yang kemudian harus diselesaikan," ujarnya.

Baca juga: PBB Minta Iran dan Israel Tahan Diri Pascaserangan di Qatar, Sebut ada 3 Negara Siap jadi Mediator

"Tapi kalau ini ada Amerika Serikat, dan lain sebagainya, saya rasa nggak mungkin," imbuh Hikmahanto.

PBB Minta Iran dan Israel Patuhi Gencatan Senjata

Melalui akun X, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump sebelumnya. 

“menyambut baik pengumuman Presiden Trump tentang gencatan senjata antara Israel dan Iran," tulisnya di akun X.

Antonio pun meminta agar Iran dan Israel sepenuhnya mematuhi gencatan senjata itu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas