Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Kotor di Iran dan Keruntuhan Moral Israel-Amerika

Apa yang bisa dibaca dari agresi cepat Israel ke Iran dan pemboman strategis oleh Amerika di Fordow, Natanz, dan Isfahan? 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Perang Kotor di Iran dan Keruntuhan Moral Israel-Amerika
DSA/Tangkap Layar
PERANG KOTOR - Serangan balasan Iran menghancurkan bangunan di Israel. Apa yang dilakukan Israel dan Amerika ke Iran sekali lagi mempertontonkan betapa hegemoniknya mereka atas tatanan global.  

Menyebut peristiwa ini sebagai "kerusakan tambahan" atau collateral damage dalam perang, adalah tindakan pengecut. 

Ketika para pengambil keputusan menyetujui serangan terhadap sebuah rumah, mengetahui siapa yang tidur di dalamnya, hasilnya bukan lagi kecelakaan. Ini adalah pilihan.

Sebagian berpendapat dalam perang asimetris, pencegahan harus bersifat personal. Namun, ini bukanlah pencegahan—ini adalah likuidasi. 

Ini menunjukkan tidak ada kehidupan sipil yang berdekatan dengan infrastruktur negara yang layak dipertahankan. 

Ini mengirimkan pesan bahkan keluarga ilmuwan pun tidak akan luput, seolah-olah batasan moral adalah kemewahan yang tidak lagi mampu kita beli.

Ini bukan pembelaan terhadap posisi nuklir Iran. Ini adalah pembelaan terhadap prinsip dasar bahwa keluarga—anak-anak—tidak dapat menjadi pejuang. 

Jika kita mengabaikan garis itu, kita tidak akan memenangkan apa pun. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pelakunya adalah mereka yang menganggap rasa takut lebih kuat daripada hukum, dan balas dendam lebih cerdas daripada diplomasi.

Membunuh keluarga ilmuwan tidak akan menghentikan program. Itu tidak akan mencegah ancaman di masa mendatang. 

Itu hanya akan membuat perdamaian semakin jauh dan pembalasan dendam semakin mungkin terjadi. Apa yang kita normalkan sekarang, akan ditiru oleh orang lain nanti.

Perang kotor (dirty war) yang dijalankan Israel lewat Mossad di dalam wilayah Iran, juga patut dikecam dalam konteks ini. 

Romanenko mengingatkan, ini bukan unjuk kekuatan. Itu adalah keruntuhan strategis dan moral.

Jika ini adalah arah peperangan, maka semua orang—tanpa memandang kebangsaan—harus sangat takut.

Apa yang dilakukan Israel dan Amerika ke Iran sekali lagi mempertontonkan betapa hegemoniknya mereka atas tatanan global. 

Pemerintah Tiongkok mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran piagam PBB, dan sepakat dengan Rusia, cara seperti itu memiliki konsekuensi global

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas