Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BBC Kebakaran Jenggot usai Rapper Bob Vylan Serukan 'Matilah IDF' saat Manggung, Mengapa?

BBC panik setelah rapper Bob Vylan meneriakkan 'matilah IDF' saat Festival Glastonbury pada Sabtu kemarin. Dia mengecam seruan Bob tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BBC Kebakaran Jenggot usai Rapper Bob Vylan Serukan 'Matilah IDF' saat Manggung, Mengapa?
Tangkapan layar dari akun Instagram @irish_unity
FREE PALESTINE - Rapper Bob Vylan saat tampil dalam Festival Glastonbury di Inggris yang digelar pada Sabtu (28/6/2025) waktu setempat. Aksi panggungnya dan beberapa penampil lainnya membuat pemerintah Inggris dan Israel geram karena menyerukan kemerdekaan Palestina. 
Memuat video…

Bob Vylan menggaungkan kebebasan Palestina dan mengutuk keras IDF saat manggung di Festival Glastonbury pada Sabtu kemarin.

Dia terus menggaungkan 'Free Palestine' dan 'matilah IDF' saat bernyanyi yang diselipkan dalam lirik lagunya.

Bahkan, dia turut menampilkan kritik keras terhadap BBC yang menyebut genosida Israel di Gaza sebagai 'konflik'.

Bob seakan tak gentar meskipun BBC menjadi media resmi pemegang hak siaar festival tersebut.

"Bob Vylan: Bebaskan Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutnya (serangan Israel ke Palestina) sebagai genosida. BBC menyebut sebagai 'konflik'," demikian tulisan yang terpampang dalam layar besar di panggung saat Bob tampil.

Aksi serupa pun diikuti oleh penyanyi lainnya yaitu trio Belfast di mana mereka membuka penampilannya dengan montase audio klip berita yang merujuk pada kritik dan masalah hukum yang dialami band tersebut.

Di sisi lain, puluhan ribu orang yang merupakan fans dari band tersebut turut mengibarkan bendera Palestina.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait hal ini, pihak dari Festival Glastonbury hanya berkata normatif dengan menyatakan 'tidak menoleransi ujaran kebencian atau hasutan untuk melakukan kekerasan dalam bentuk apapun dari para penampilnya.'

Israel pun telah melakukan genosida di Gaza sejak Oktober 2023 lalu dan diperkirakan sudah mengakibatkan 56 ribu orang lebih warga Palestina tewas.

Bahkan, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant sampai diperintahkan untuk ditangkap oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena dianggap menjadi pelaku kejahatan perang dan kemanusiaan di Gaza.

Negara Zionis itu juga disanksi oleh Pengadilan Internasional (ICJ) terkait perang di Gaza.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas